web stats service from statcounter

Hot News

  • Rumah James Riady Digeledah KPK
    Rumah James Riady Digeledah KPK
    • 18 Oktober 2018 | 09:58:00 WIB

    BUNTUT penangkapan Bupati Bekasi oleh KPK, rumah CEO Lippo Group James Riady digeledah lembaga anti rasuah tersebut.

Inspirasi

    Bangsa yang Maju karena Pondasi Karakter yang Kuat
    Agus Sartono

    Bangsa yang Maju karena Pondasi Karakter yang Kuat

    • Sabtu, 30 Desember 2017 | 05:33:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Prof Agus Sartono menginginkan semua anak bangsa bisa membangun integritas melalui pendidikan karakter.

    "Kita semua sepakat bahwa jika pondasi kita kokoh apapun di atasnya dibangun itu pasti kokoh juga," ucap Agus di Kantor Kemenko PMK.

    Agus meyakini bahwa seseorang yang ilmunya bermanfaat bagi masyarakat sekitar dipastikan memiliki karakter yang kuat. Karena itu, pendidikan karakter harus dijadikan motivasi bagi setiap orang. “Alangkah baiknya jika setiap individu mampu menjadi guru bagi diri sendiri dan sesamanya saat ia berada di lingkungannya,” ujar Agus.

    Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa pendidikan itu harus diterapkan melalui lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal ini penting, agar pendidikan tidak dimaknai sekedar mata pelajaran tetapi untuk menumbuhkan nilai.

    "Orang yang berkarakter tidak mungkin melakukan korupsi bahkan ancaman korupsi akan bisa diatasi melalui pendidikan karakter. Kita butuh orang yang cerdas dan berkarakter di masa mendatang," tambahnya.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy juga sepakat bahwa penguatan pendidikan karakter itu adalah amanah dari janji presiden dan wakil presiden yang tertuang dalam program aksi Jokowi-JK, kemudian diterjemahkan lebih lanjut sebagai bagian dari nawacita.

    Menurut Muhadjir, pendidikan karakter itu harus diterapkan dari jenjang dasar SD dan SMP. Materi jenjang waktu yakni 70 persen pendidikan karakter dan 30 persen pengetahuan. "Berarti sekolah SD dan SMP harus berubah. Harus ada restorasi pendidikan," katanya saat mengikuti kegiatan seminar pendidikan dalam rangka HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2017 di Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Kamis (28/12/2017).

    Dia menjelaskan, bila di sekolah SD dan SMP masih padat dengan memberi pengetahun pada peserta didik, itu tidak zamannya lagi. Ia menilai di SD dan SMP harus berisi penguatan karakter pada siswa. Hal ini karena pendidikan karakter adalah pondasi dari pendidikan lebih lanjut.

    Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, khususnya terkait dengan Penguatan Pendidikan Karakter dan Bela Negara. Nantinya masing-masing K/L juga akan menyusun modul khusus Bela Negara yang disesuaikan dengan tugas dan fungsinya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rumah James Riady Digeledah KPK
    Wagub Jabar Pastikan Gelar RUPS BJB November
    Soal Bupati Bekasi, Uu Konsultasi dengan Mendagri
    Jabar Butuh 1.500 Penerbangan untuk Layani Umrah
    Emil Ingin Jabar Jadi Provinsi Kopi Terbaik Dunia
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google