web stats service from statcounter

Hot News


  • Eze Bertekad Cetak Gol Perdananya di Padang
    Eze Bertekad Cetak Gol Perdananya di Padang
    • 25 Mei 2019 | 05:58:00 WIB

    EZECHIEL N’Douassel bertekad mencetak gol perdananya saat Maung Bandung melakoni laga tandang kontra Semen Padang, Rabu (29/5/2019) mendatang.

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Bangsa yang Maju karena Pondasi Karakter yang Kuat
    Agus Sartono

    Bangsa yang Maju karena Pondasi Karakter yang Kuat

    • Sabtu, 30 Desember 2017 | 05:33:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Prof Agus Sartono menginginkan semua anak bangsa bisa membangun integritas melalui pendidikan karakter.

    "Kita semua sepakat bahwa jika pondasi kita kokoh apapun di atasnya dibangun itu pasti kokoh juga," ucap Agus di Kantor Kemenko PMK.

    Agus meyakini bahwa seseorang yang ilmunya bermanfaat bagi masyarakat sekitar dipastikan memiliki karakter yang kuat. Karena itu, pendidikan karakter harus dijadikan motivasi bagi setiap orang. “Alangkah baiknya jika setiap individu mampu menjadi guru bagi diri sendiri dan sesamanya saat ia berada di lingkungannya,” ujar Agus.

    Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa pendidikan itu harus diterapkan melalui lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal ini penting, agar pendidikan tidak dimaknai sekedar mata pelajaran tetapi untuk menumbuhkan nilai.

    "Orang yang berkarakter tidak mungkin melakukan korupsi bahkan ancaman korupsi akan bisa diatasi melalui pendidikan karakter. Kita butuh orang yang cerdas dan berkarakter di masa mendatang," tambahnya.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy juga sepakat bahwa penguatan pendidikan karakter itu adalah amanah dari janji presiden dan wakil presiden yang tertuang dalam program aksi Jokowi-JK, kemudian diterjemahkan lebih lanjut sebagai bagian dari nawacita.

    Menurut Muhadjir, pendidikan karakter itu harus diterapkan dari jenjang dasar SD dan SMP. Materi jenjang waktu yakni 70 persen pendidikan karakter dan 30 persen pengetahuan. "Berarti sekolah SD dan SMP harus berubah. Harus ada restorasi pendidikan," katanya saat mengikuti kegiatan seminar pendidikan dalam rangka HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2017 di Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Kamis (28/12/2017).

    Dia menjelaskan, bila di sekolah SD dan SMP masih padat dengan memberi pengetahun pada peserta didik, itu tidak zamannya lagi. Ia menilai di SD dan SMP harus berisi penguatan karakter pada siswa. Hal ini karena pendidikan karakter adalah pondasi dari pendidikan lebih lanjut.

    Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, khususnya terkait dengan Penguatan Pendidikan Karakter dan Bela Negara. Nantinya masing-masing K/L juga akan menyusun modul khusus Bela Negara yang disesuaikan dengan tugas dan fungsinya. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    177 Pejabat Fungsional Pemprov Jabar Dilantik
    BPN Prabowo-Sandi Resmi Ajukan Gugatan ke MK
    MUI Jabar Soroti Aksi 22 Mei di Jakarta Rusuh
    BPP IMA-AMS Gelar Milad dan Santunan Anak Yatim
    Pemprov Jabar Pastikan PNS & Non-PNS Terima THR

    Editorial


    • Marhaban Ya Ramadan
      Marhaban Ya Ramadan

      DATANGNYA bulan suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini.