web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Indonesia Bersih lewat Gerakan Revolusi Mental
    net Menko PMK Puan Maharani

    Indonesia Bersih lewat Gerakan Revolusi Mental

    • Jumat, 29 Desember 2017 | 05:51:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Permasalahan lingkungan masih menjadi persoalan pelik yang penyelesaiannya harus dimulai dari gaya hidup masyarakat dalam menciptakan pola hidup bersih.

    "Banyak orang masih suka buang sampah sembarangan dan kurang peka terhadap lingkungan. Padahal, kalau kita bisa hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan, dampaknya bisa sangat banyak dan bagus," ucap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di Kantornya.

    Menurut Puan, persoalan lingkungan masih menjadi hal utama yang perlu diselesaikan. Sebut saja kebakaran hutan, kemudian banyak gedung yang dibangun di daerah rawan, serta sampah, terutama sampah plastik yang terus menumpuk di sungai, selokan bahkan juga sampah di lautan adalah permasalah yang perlu mendapat perhatian bersama.

    Sebelumnya, Indonesia telah mendapatkan PR serius terkait sampah plastik yang kabarnya Indonesia masuk dalam daftar penyumbang sampah plastik di laut terbesar ke dua di dunia. Setidaknya ada sekitar 2.400 ton sampah plastik terbuang ke laut setiap detiknya. Adapun per tahun, terhitung sekitar 8 juta ton sampah plastik tersebut yang terbuang.

    "Salah satu upaya penanggulangan yang dapat dilakukan yakni ada pada konsep revolusi mental sebagai gerakan nasional, yaitu menciptakan Indonesia Bersih," terang Puan.

    Sebagai Menteri Koordinator, Puan juga menyampaika perlu adanya sinergi antar pemerintah dan tak hanya kementerian dan lembaga terkait saja, tetapi peran bersama masyarakat sekitar terutama dalam menjaga lingkungan yang bersih, sehat dan jauh dari berbagai macam dampak penyakit atau bencana banjir.

    “Hanya dengan gotong-royong dan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan segenap komponen masyarakat kita bisa menjaga lingkungan yang bersih dan tentu akan mengurangi efek sampah," ujar Puan. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Mahasiswa KKN UPI Gelar Pelatihan Menyikat Gigi
    Oded M Danial: Dirgahayu Paguyuban Pasundan
    Jabar Minta Penambahan Kuota Haji
    Lantik Dewan Pendidikan, Emil Titipkan 4 Dimensi
    Kecewa, Relawan Gurka Tarik Dukungan dari Emil

    Editorial