web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Netty Ingin Adaptasi Koordinasi Dekranasda Jatim
    istimewa/humas pemprov jabar Nett Heryawan

    Netty Ingin Adaptasi Koordinasi Dekranasda Jatim

    • Kamis, 28 Desember 2017 | 23:36:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Surabaya - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar Netty Prasetyani Heryawan melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dekranasda Jatim, Rabu (27/12/2017) sore.

    Ada yang membuat Netty terinspirasi dari Dekranasda Jatim, yaitu sumber pembiayaan yang dilakukan Dekranasda Jatim yang mampu bersinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sedangkan hingga saat ini sumber pembiayaan Dekranasda Jabar hanya bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar.

    “Apa yang telah disampaikan tadi akan menjadi catatan bagi Dekranasda Provinsi Jawa Barat untuk terus memperbaiki pola kerja, pola hubungan dengan perangkat daerah yang ada di Provinsi Jawa Barat,” tutur Netty.

    "Sebetulnya selama ini metode kerja kita sudah seperti itu, namun pembiayaannya hanya dipusatkan pada satu perangkat daerah yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat. Nanti kalau ada kegiatan yang bisa menyertakan Dekranasda dengan perajin dan produk unggulannya, biasanya kami tetap koordinasi,” tambahnya.

    Pada pertemuan terungkap, sumber pembiayaan Dekranasda Jatim bersinergi dengan 7 OPD di Pemprov Jabar, yakni berasal dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Penanaman Modal, dan Biro Administrasi Perekonomian.

    Ketua Harian Dekranasda Jatim sekaligus Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Mochammad Ardi mengatakan, Dekranasda Jatim sudah lama progresif bersinergi dengan stakeholder terkait dalam rangka pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) kerajinan di Jawa Timur.

    Hal tersebut dilakukan agar nantinya perajin yang berada di bawah naungan Dekranasda Jatim mampu bersaing menuju tatanan global. Dengan mengikutsertakan para perajin ke event-event besar, baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

    “Jadi kita sinergitas dengan OPD terkait dengan UKM dan kerajinan. Ketujuh OPD inilah yang hari-harinya berkaitan dengan Dekranasda. Sehingga kalau kami rapat baik tentang pameran, promosi, maupun pelatihan, kami akan mengkutsertakan mereka (OPD terkait),” kata Ardi.

    “Kami lakukan seperti ini karena ada beberapa kegiatan yang memang fungsinya Dekranasda, tapi harus kami padu padankan dengan Tim Terpadu Pameran Jatim, misalnya kita mau ke luar negeri atau ikut event besar, nah seluruh OPD tadi disatukan agar kekuatannya (dananya) besar,” tutup Ardi.

    Gong Xi Fa Chai

    Netty dan rombongan berfoto di Gedung Dekranasda Jatim

    Guna mengadaptasi sistem koordinasi tersebut, Netty mengungkapkan sebaiknya ada pembagian beban kerja pembiayaan yang didistribusikan pada berbagai perangkat daerah, bukan hanya dibebankan pada satu pihak, yakni Disperindag. Keterlibatan perangkat-perangkat daerah dalam hal ini tentu dapat menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat mengakomodasi baik pada Dekranasda maupun pada para perajin dan produsen lokal agar dapat memperluas akses pasarnya, berjejaring dan menambah wawasan tentang bisnis yang digelutinya.

    “Meskipun kerja-kerja kita sudah mulai koordinatif tapi tentu akan lebih baik dan semakin prima. Termasuk peluang dan kesempatan kita untuk mempromosikan kerajinan semakin tahun yang mem-back up yang memberikan dukungan bukan hanya satu perangkat searah tapi beberapa perangkat daerah ikut mengalokasikan angaran untuk upaya-upaya pengembangan yang kita lakukan,” jelas Netty.

    "Mungkin ke depan akan kita elaborasi beberapa hal yang memang bisa langsung diadvokasi dengan beberapa perangkat daerah tertentu. Mudah-mudahan ini jadi satu hal yang dapat kita kawal baik dari sisi aturan, jadi semakin ringan beban yang kita miliki di disperindag karena memang ada pendistribusian beban kerja,” sambungnya.

    Lebih lanjut Netty mengatakan, pihaknya segera merancang pertemuan dengan berbagai OPD di lingkungan Pemprov Jabar guna membentuk sistem koordinasi terpadu dalam rangka meningkatkan potensi UKM se-Jabar. Netty sangat yakin, dampak positif sistem koordinasi ini bukan hanya dirasakan pada peningkatan kesejahteraan para perajin, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi kerajinan Jabar di pasar nasional maupun internasional. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tenaga Kerja di Karawang Terancam Kehadiran Robot
    Gempa Banten Berdampak Ke-31 Kecamatan di Sukabumi
    Sampah Limbah Kain 20 Kubik Dibuang di Jalan
    Ormas Islam di Tasikmalaya Tolak Keberadaan LGBT
    Gempa di Banten tak Berpotensi Tsunami
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Harapan Baru di Tahun Baru
      Harapan Baru di Tahun Baru

      HARI Senin bertepatan dengan tanggal 1 Januari 2018, hampir seluruh umat manusia di dunia ini merayakan malam pergantian tahun atau dikenal dengan malam Tahun Baru.

      Advertisement On Google