web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pasien Bertambah, Sukabumi KLB Penyakit Difteri
    net

    Pasien Bertambah, Sukabumi KLB Penyakit Difteri

    • Kamis, 28 Desember 2017 | 22:44:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Sukabumi – Hingga kini total ada 14 warga Kabupaten Sukabumi, yang positif difteri. Bahkan sudah ada satu pasien yang meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphtheriae.

    "Ada 13 pasien yang kami rawat, tetapi tiga di antaranya dinyatakan negatif setelah mendapatkan pemeriksaan dari tim medis," kata Humas RSUD Sekarwangi Ramdansyah di Sukabumi, Kamis (28/12/2017).

    Pasien difteri tidak hanya dirawat di RSUD Sekarwangi saja, tetapi informasi dihimpun ada beberapa warga lainnya yang dirawat di rumah sakit. Seperti satu warga dirawat di RSUD Palabuhanratu, satu di RS Hasan Sadikin Bandung dan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi dua orang.

    Dari 17 yang dinyatakan suspek hanya 14 orang saja yang positif difteri sesuai data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Selain itu, dari jumlah tersebut enam pasien sudah pulang serta satu di antaranya meninggal dunia.

    Hingga saat ini, lanjutnya, masih ada beberapa pasien difteri yang dirawat di ruang khusus isolasi RSUD Sekarwangi. Tidak menutup kemungkinan pasien bertambah.

    "Kami sudah mempunyai ruang isolasi khusus untuk pasien difteri, sehingga jika ada pasien yang suspek atau dinyatakan positif tidak disatukan dengan pasien lainnya," terangnya. (*)

     

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pilkada Serentak, 27 Juni Jadi Hari Libur Nasional
    Sekda: Tahapan Pilkada di Jabar Berjalan Lancar
    Pemilih Dilarang Bawa Smartphone ke Bilik Suara
    Polda Metro Jaya Siap Amankan Pilkada di Jabar
    Ustaz Mantan Rocker Harry Moekti Meninggal Dunia
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.

      Advertisement On Google