web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pemerintah Optimistis Turunkan Angka Stunting
    net Pemeriksaan balita di Posyandu

    Pemerintah Optimistis Turunkan Angka Stunting

    • Kamis, 28 Desember 2017 | 06:53:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Sigit Priohutomo mengatakan, investasi untuk perbaikan gizi masyarakat harus dilakukan multisektoral.

    Perbaikan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan bayi akan menjadi jaminan berkurangnya angka stunting atau kekerdilan di Indonesia.

    Pemerintah melalui Perpres No.42/2013 tentang Percepatan Perbaikan Gizi sejauh ini telah mengatur langkah sinergis yang dapat dijalankan untuk investasi gizi itu. "Koordinasi dan sinkronisasi percepatan perbaikan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) sangat dibutuhkan," kata Sigit di kantor Kemenko PMK.

    Dalam The Copenhagen Consensus 2012, para ekonom terkenal dunia telah mengidentifikasi cara paling cerdas mengalokasikan uang untuk menghadapi 10 tantangan utama dunia yaitu dengan melakukan investasi untuk perbaikan status gizi penduduk. Mereka percaya, dengan berinvestasi USD1 pada gizi akan dapat menghasilkan uang kembali sebesar USD30 bagi upaya peningkatan kesehatan, pendidikan, dan produktivitas ekonomi.

    Sigit menilai investasi gizi dalam pembangunan kesehatan amat penting, sebab gizi dapat membantu memutus lingkaran kemiskinan dan meningkatkan produk domestik bruto (PDB) negara sebesar 2 hingga 3 persen per tahun.

    Saat ini, kondisi stunting atau bertubuh pendek pada balita Indonesia terjadi secara luas dengan disparitas yang tinggi. Pemerintah menetapkan 100 kabupaten prioritas untuk pengurangan angka stunting. Selanjutnya, ada 200 kabupaten lagi yang akan ditangani.

    Stunting tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah dengan jumlah mencapai 16,9 persen dan terendah ada di Sumatera Utara dengan 7,2 persen. Secara nasional, stunting rata-rata terjadi hingga 10,2 persen.

    Selain itu, ada juga kejadian wasting (bertubuh kurus) yang secara nasional mencapai angka 12,1 persen. Sementara, banyak ibu hamil di Indonesia yang mengalami anemia dengan angka yang mencapai 37,1 persen.

    Menurut Sigit, faktor utama tingginya masalah stunting di Indonesia salah satunya adalah buruknya asupan gizi sejak janin masih dalam kandungan (masa hamil), baru lahir, sampai anak berusia 2 tahun.

    Ia menjelaskan, kekurangan gizi pada 2 tahun pertama kehidupan dapat menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat lagi diperbaiki. Investasi gizi pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan kewajiban yang tak bisa ditawar.

    “Fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan, yang dimulai saat kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan periode yang sangat penting dalam pencegahan stunting,” katanya.

    Selain itu, kurang gizi juga dapat menyebabkan kemiskinan. Pertumbuhan otak anak yang kurang gizi tidak akan optimal sehingga akan berpeluang menurunkan tingkat kecerdasannya, sehingga menutup peluang mendapat pekerjaan yang bagus.

    Kementerian PPN/Bappenas mencatat, Indonesia termasuk ke dalam 17 negara yang mengalami beban ganda permasalahan gizi, berdasarkan Global Nutrition Report pada 2014. Berdasarkan data tersebut 9 juta dari 159 juta anak stunting di seluruh dunia, tinggal di Indonesia.

    Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, stunting menyebar di seluruh wilayah dan lintas kelompok pendapatan. “Intervensi gizi baik spesifik maupun sensitif menjadi kerangka penanganan stunting,” katanya.

    Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) mencapai 37,2 persen. Menurut dia, besarnya angka stunting merupakan masalah yang sangat serius. Sebab, angka itu jauh di atas batas ambang yang diperkenankan di setiap negara yakni sebesar 20 persen.

    Tercatat 15 provinsi dengan angka stunting di atas 40 persen 5 provinsi dengan angka stunting kurang dari 30 persen, dan tidak ada provinsi dengan angka stunting yang kurang dari 20 persen. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Cipayung Plus Siap Bersinegis dengan Pemprov Jabar
    Herman Suherman Jabat Plt. Bupati Cianjur
    Gubernur Jabar Sedih dengan Kasus Bupati Cianjur
    Pemprov Jabar Beri
    Bupati Cianjur Mundur dari Ketua Garda NasDem

    Editorial

      Advertisement On Google