web stats service from statcounter

Hot News


  • Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    • 17 September 2019 | 17:33:00 WIB

    PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Poros Revolusi Mahasiswa Bandung melakukan unjukrasa menolak Revisi UU KPK di depan Gedung DPRD Jawa Barat.

Inspirasi


    Kemenko PMK Sarankan Bidik Wisman Eropa
    net

    Kemenko PMK Sarankan Bidik Wisman Eropa

    • Jumat, 22 Desember 2017 | 06:35:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Jumlah kunjungan wisawatan mancanegra (wisman) asal China ke Bali pada tahun ini diprediksi jauh dari target. Karena hingga akhir Desember ini sejumlah maskapai dari China menghentikan rute langsung ke Pulau Dewata.

    Komite China DPP Asita Candra Halim mengonfirmasi bahwa sekitar 30 rute penerbangan langsung reguler dan charter dari kota-kota di China ke Bali setiap hari, sudah dihentikan sementara karena status travel ban yang dikeluarkan Pemerintah China.

    Rencana kedatangan wisman China ke Bali diperkirakan banyak dialihkan ke Thailand dan Malaysia. “Adanya rute dari Hong Kong atau Taiwan, atau dari China tapi ke Jakarta dulu baru ke sini. Yang langsung ke sini sudah berhenti semua,” jelas Candra di Denpasar, belum lama ini.

    Halim mengatakan, penghentian tersebut menyebabkan tidak ada lagi suplai wisatawan China ke Bali. Selama ini China merupakan negara kontributor tertinggi kunjungan wisman ke daerah ini. Jumlah kedatangan wisman China ke Bali pada periode Januari-Oktober 2017, mencapai 1,3 juta orang atau 26% dari total wisman ke Bali pada periode itu, 5,02 juta orang.

    Menurutnya, maskapai asal China sudah menghentikan penerbangan ke Bali hingga Januari, dan belum diketahui apakah akan diperpanjang atau dipersingkat. Keputusan itu diambil karena mengikuti kebijakan dari pemerintahnya yang menyarankan wisatawan untuk sementara tidak bepergian ke Bali karena Gunung Agung berstatus awas.

    Candra mendorong agar pemerintah pusat dan Bali mendekati perwakilan China di Indonesia untuk membujuk agar menurunkan status travel ban. Hanya dengan menarik surat larangan tersebut kedatangan wisatawan ke China bisa meningkat seperti semula. Untuk merayu agar wisman dari negara tersebut tetap datang ke Bali, Asita melakukan sales mission ke Shanghai dan sejumlah kota lain.

    Candra berharap upaya tersebut mampu mengajak wisman dari negara tersebut datang kembali ke Bali. Pihaknya juga mendorong Pemprov Bali dan pelaku pariwisata mengajak media dari China datang ke Bali guna memberikan gambaran kondisi sebenarnya di Pulau Dewata.

    Sementara itu, Plt bidang Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida mengajak pelaku pariwisata tidak fokus mengejar wisman dari China. Dia mengajak pelaku kembali membidik wisatawan andalan Bali seperti dari Eropa, Korsel, Jepang dan Australia.

    “Sudah tidak bisa lagi fokus ke tamu China karena sistem negara mereka seperti itu, jadi mungkin perlu balik lagi ke tamu konvensional Jepang, Korea Selatan, Eropa dan Australia. Airline mungkin harus balik membidik rute-rute ke negara itu,” ujar Nyoman, Kamis (21/12/2017).

    Nyoman menyebutkan potensi wisman asal Eropa, Korea dan Jepang dan Australia masih dapat menutup turunnya wisman China. "Apalagi kalau digarap serius, jumlah wisman di luar China masuh banyak," pungkas Nyoman. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    Pemprov Jabar Dorong Percepatan Tol Cisumdawu
    DPRD Jabar Usulkan Penambahan Pimpinan
    DPRD Jabar Umumkan Calon Pimpinan Dewan 2014-2024
    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe

    Editorial