web stats service from statcounter

Hot News


  • Jabar Minta Penambahan Kwota Haji
    Jabar Minta Penambahan Kwota Haji
    • 19 Juli 2019 | 06:28:00 WIB

    PEMERINTAH provinsi Jawa Barat terus mendorong penambahan kwota haji asal Jawa Barat pada musim haji tahun 2020.

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Menko PMK Ajak Gotong Royong Cegah Kabakaran Hutan
    net ilustrasi

    Menko PMK Ajak Gotong Royong Cegah Kabakaran Hutan

    • Rabu, 20 Desember 2017 | 01:25:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Menko PMK Puan Maharani menegaskan kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunla) tidak akan pernah selesai, bila satu pihak memadamkan, tapi ada pihak lain yang membakar, dan pihak lainnya tidak peduli.

    Karena itu, dibutuhkan kerja bersama, keroyokan dan gotong royong dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.

    "Tugas kita bersama untuk dapat membangun kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, kebun dan lahan,” ajak Puan dalam sambutan arahannya pada Rapat Kerja Nasional Pencegahan Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunla) Tahun 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (19/12).

    Selain Menko PMK, sambutan disampaikan pula oleh Menko Polhukam Wiranto dan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar. Sementara Menko Perekonomian Darmin Nasution, membuka secara resmi Rakernas yang dihadiri pula oleh Mentan Amran Sulaiman, jajaran kepala daerah, jajaran TNI/Polri, perwakilan negara sahabat, pelaku usaha dan asosiasi, serta media nasional.

    “Permasalahan Karhutbunla, membutuhkan gotong royong dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat," ujar Puan.

    "Karhutbunla tidak akan pernah selesai, apabila satu pihak memadamkan, ada pihak lain yang membakar, dan ada pihak lain yang tidak peduli. Adalah tugas kita bersama untuk dapat membangun kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk mencegah terjadinya kebakaran htan, kebun, dan lahan,” ajaknya.

    Puan juga minta semua pihak untuk waspada terhadap perubahan cuaca pada tahun depan agar upaya mitigasi bisa dipersiapkan lebih baik segala detailnya. “Karena sudah bukan saatnya lagi kalau setiap terjadi kebakaran (hutan, kebun dan lahan), kita jadi saling menyalahkan,” tandas Puan.

    Kebakaran hutan, kebun, dan lahan, menurut Puan, memang kerap berulang setiap tahun dan telah menjadi permasalahan nasional bahkan hingga ke negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

    Selain itu, biaya menangani kerusakan dan kerugian yang berdampak pada masyarakat, serta upaya pemadaman dan pemulihannya, berlipat kali lebih tinggi daripada biaya investasi pencegahan Karhutbunla. Maka, diperlukan upaya pencegahan yang efektif dan terintegrasi antarKementerian dan Lembaga terkait, Pemerintah Daerah, pelaku usaha dan masyarakat pemilik lahan.

    Puan menilai Rakernas ini merupakan forum yang strategis untuk mengeksplorasi berbagai substansi penanganan Karhutbunla. Dia juga mengarahkan adanya beberapa substansi yang perlu dieksplorasi lebih lanjut dalam forum Rakernas ini, antara lain, upaya penguatan kapasitas lingkungan sebagai langkah mitigasi, upaya deteksi kebakaran dan early warning system, upaya memperkuat kapasitas pemadaman, upaya memperkuat pengawasan, dan upaya penegakan hukum. Puan berharap forum ini dapat menghasilkan formula kebijakan dan rencana aksi yang efektif menangani Karhutbunla.

    Menko PMK Ajak Gotong Royong Cegah Kabakaran
    JuaraNews, Jakarta - Menko PMK Puan Maharani menegaskan kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunla) tidak akan pernah selesai, bila satu pihak memadamkan, tapi ada pihak lain yang membakar, dan pihak lainnya tidak peduli.

    Karena itu, dibutuhkan kerja bersama, keroyokan dan gotong royong dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.

    "Tugas kita bersama untuk dapat membangun kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, kebun dan lahan,” ajak Puan dalam sambutan arahannya pada Rapat Kerja Nasional Pencegahan Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunla) Tahun 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (19/12).

    Selain Menko PMK, sambutan disampaikan pula oleh Menko Polhukam Wiranto dan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar. Sementara Menko Perekonomian Darmin Nasution, membuka secara resmi Rakernas yang dihadiri pula oleh Mentan Amran Sulaiman, jajaran kepala daerah, jajaran TNI/Polri, perwakilan negara sahabat, pelaku usaha dan asosiasi, serta media nasional.

    “Permasalahan Karhutbunla, membutuhkan gotong royong dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat," ujar Puan.

    "Karhutbunla tidak akan pernah selesai, apabila satu pihak memadamkan, ada pihak lain yang membakar, dan ada pihak lain yang tidak peduli. Adalah tugas kita bersama untuk dapat membangun kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk mencegah terjadinya kebakaran htan, kebun, dan lahan,” ajaknya.

    Puan juga minta semua pihak untuk waspada terhadap perubahan cuaca pada tahun depan agar upaya mitigasi bisa dipersiapkan lebih baik segala detailnya. “Karena sudah bukan saatnya lagi kalau setiap terjadi kebakaran (hutan, kebun dan lahan), kita jadi saling menyalahkan,” tandas Puan.

    Kebakaran hutan, kebun, dan lahan, menurut Puan, memang kerap berulang setiap tahun dan telah menjadi permasalahan nasional bahkan hingga ke negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

    Selain itu, biaya menangani kerusakan dan kerugian yang berdampak pada masyarakat, serta upaya pemadaman dan pemulihannya, berlipat kali lebih tinggi daripada biaya investasi pencegahan Karhutbunla. Maka, diperlukan upaya pencegahan yang efektif dan terintegrasi antarKementerian dan Lembaga terkait, Pemerintah Daerah, pelaku usaha dan masyarakat pemilik lahan.

    Puan menilai Rakernas ini merupakan forum yang strategis untuk mengeksplorasi berbagai substansi penanganan Karhutbunla. Dia juga mengarahkan adanya beberapa substansi yang perlu dieksplorasi lebih lanjut dalam forum Rakernas ini, antara lain, upaya penguatan kapasitas lingkungan sebagai langkah mitigasi, upaya deteksi kebakaran dan early warning system, upaya memperkuat kapasitas pemadaman, upaya memperkuat pengawasan, dan upaya penegakan hukum. Puan berharap forum ini dapat menghasilkan formula kebijakan dan rencana aksi yang efektif menangani Karhutbunla. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Jabar Minta Penambahan Kwota Haji
    Lantik Dewan Pendidikan, Emil Titipkan 4 Dimensi
    Kecewa, Relawan Gurka Tarik Dukungan dari Emil
    Pihak Ketiga Wajib Miliki Legal Standing & Relevan
    Tingkat Kemiskinan Turun, Jabar Gencar Bangun Desa

    Editorial