web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Penyaluran Rastra dan BPNT ke-13 Sulit Dilakukan
    net

    Penyaluran Rastra dan BPNT ke-13 Sulit Dilakukan

    • Rabu, 20 Desember 2017 | 01:12:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Penambahan 1 bulan beras sejahtera (Rastra) yang mencakup penambahan 1 bulan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2017 sangat sukar dilaksanakan karena sudah mendekati akhir tahun.

    Selain sudah mendekati akhir tahun, juga mempertimbangkan kesediaan anggaran yang dimiliki.

    Menteri Koordinatator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menyebutkan, Rastra ke-13 dan 14 memang sudah pernah dlakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun saat itu dilakukan untuk mengatasi dampak el nino agar tidak mengganggu keseimbangan pangan.

    "Untuk saat ini, bila mempertimbangkan kesediaan anggaran yang dimiliki dan kondisi ketahanan pangan yang cukup kondusif, sepertinya pendistribusian Rastra ke-13 tidak terlalu diperlukan,"  kata Puan dalam rapat koordinasi membahas usulan Rastra bulan ke-13 di Gedung Ali Wardhana, Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (19/12).

    Rapat yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution ini juga dihadiri Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait, seperti Bulog, Kemensos, dan lainnya.

    Puan menjelaskan, pada 2017 bantuan pangan terdiri dari BPNT sebanyak 1,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dan subsidi Rastra sebanyak 14,2 juta KPM. Menurutnya, Rastra merupakan bagian tidak terpisahkan dalam stabilisasi pangan sebagai bagian hilir dari pengamanan HPP di tingkat petani ini menyediakan beras bersubdisi dan dekat dengan masyarakat berpendatan rendah; serta menjaga garis kemiskinan.

    Dia mengungkapkan,ata-rata realisasi penyaluran rastra di atas 98% dari pagu yang ditetapkan. Misalnya pada 2017 ini, Bulog telah berhasil menyalurkan sebesar 98,45% dari pagu Rastra 2017. Pada tahun 2015, distribusi rastra ke-13 dilakukan pada bulan September dan distribusi rastra ke-14 dilakukan bulan November.

    Sementara untuk tahun 2017, Puan menyebutkan  bahwa penambahan 1 bulan rastra juga harus mencakup penambahan 1 bulan BPNT yang pada saat ini menurutnya sangat sukar dilaksanakan karena sudah mendekati akhir tahun.

    Di akhir rakor, seluruh peserta yang hadir juga menyepakati bahwa untuk tahun 2017, pendistribusian rastra ke-13 dan 14 memang dirasa tidak diperlukan dengan mempertimbangkan beberapa hal yang dikemukakan di dalam rakor. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    DPRD Jabar Tetapkan AKD Periode 2019-2024
    Wagub Prihatin Bupati Indramayu Terkena OTT
    Akselarasi Investasi untuk Stabilkan Ekonomi Jabar
    Jabar bakal Gelar West Java Investment Summit 2019
    Ineu : APK Pendidikan Tinggi di Jabar Masih Rendah

    Editorial