Hot News


Inspirasi


    Bio Farma Tambah Pasokan Vaksin Difteri
    net Vaksin Difteri produksi Bio Farma

    Bio Farma Tambah Pasokan Vaksin Difteri

    • Selasa, 19 Desember 2017 | 07:58:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - PT Bio Farma memastikan dapat memenuhi kebutuhan vaksin yang mengandung komponen difteriuntuk program Outbreak Response Immunization (ORI) KLB Difteri yang akan dilaksanakan sebanyak 3 kali, yaitu pada Desember 2017, Januari 2018, dan Juli 2018.

    Vaksin yang dibutuhkan untuk memutuskan penularan, menurunkan jumlah kasus difteri, terdiri dari vaksin DT, Td, dan DTP-HB-Hib.

    Corporate Secretary Bio FarmaBambang Heriyanto, mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan tambahan stok vaksin yang mengandung komponen difteri untuk ORI Desember 2017 sebanyak 35 ribu vial vaksin DT 10ds dan 102 ribu vial vaksi Td 10ds.

    Sedangkan untuk tahun 2018, diluar pembelian rutin pemerintah untuk program Imunisasi nasional, Bio Farma akan menambahkan pasokan vaksin yang mengandung komponen difteri masing-masing sebanyak 1,2 juta vial vaksin DT 10ds, 7 juta vial vaksin Td 10ds, dan 4 juta vial vaksin DTP-Hb-Hib.”

    “Total kebutuhan pemerintah untuk program ORI pada bulan Desember 2017 sebanyak 130 ribu vial vaksin DT 10ds, 760 vial vaksin Td, dan 1,4 juta vial vaksin DTP-Hb-Hib. Dari jumlah tersebut terdapat tambahan vaksin dari Bio Farma masing-masing 35 ribu vial vaksin DT 10ds dan 102 ribu vial vaksi Td 10ds. Sedangkan untuk vaksin DTP-HB-Hib, stock pemerintah masih mencukupi,” ujar Bambang dalam siaran persnya.

    Bambang menambahkan untuk kebutuhan imunisasi massal difteri tahun 2018 ini, Bio Farma akan menyediakan vaksin DT 10ds sebanyak 1,2 juta vial, Vaksin Td10 ds sebanyak 7 juta dosis, dan DTP-Hb-Hib sebanyak 4,5 juta dosis. Jumlah tersebut di luar kebutuhan program Imunisasi rutin pemerintah.

    Berkaitan dengan pengobatan pasien difteri yang menggunakan Anti Difteri Serum (ADS), Bio Farma akan memberikan bantuan untuk Kementerian Kesehatan sebanyak 700 vial, yang di impor dari India. "Pengadaan ADS yang diimpor berkaitan dengan peningkatan dan pengembangan kapasitas ADS produksi di Bio Farma, sehingga kapasitas produksi belum dapat menghasilkan secara penuh," pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Rupiah Menguat di Tengah Wabah Virus Corona
    Pos Indonesia Terapkan Protokol Antisipasi Penyebaran Corona
    Antispasi Serangan Virus Corona, Bank BJB Berlakukan Work Form Home
    PLN Tetap Siaga Menjaga Pasokan Listrik Masyarakat, di Tengah Merebaknya Covid-19
    RUU Cipta Kerja Diperlukan untuk Antisipasi Peningkatan Angka Pengangguran

    Editorial