web stats service from statcounter

Hot News


  • Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    • 17 September 2019 | 17:33:00 WIB

    PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Poros Revolusi Mahasiswa Bandung melakukan unjukrasa menolak Revisi UU KPK di depan Gedung DPRD Jawa Barat.

Inspirasi


    Budaya Bersih dan Senyum Tingkatkan Pariwisata
    net

    Budaya Bersih dan Senyum Tingkatkan Pariwisata

    • Selasa, 19 Desember 2017 | 04:58:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus menyosialisasikan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) yang salah satunya bertujuan untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia.

    "Gerakan ini pada akhirnya dapat mendorong peningkatan pariwisata di Indonesia, karena lokasi dan masyarakat akan berubah dan lebih ramah terhadap kunjungan wisatawan," ujar Kepala Bidang Sejarah dan Warisan Dunia Kemenko PMK Dohardo Pakpakhan, kemenkopmk.go.id, Senin (18/12/2017).

    Selain bertujuan untuk memajukan pariwisata, program GBBS juga bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia yang ramah,  murah senyum, dan unggul. Saat ini, GBBS sudah diluncurkan di 3 kabupaten yang berada di tiga provinsi yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara; Kabupaten Merauke Provinsi Papua dan baru-baru ini diluncurkan di  Pulau Panggang Kabupaten Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta.

    Program GBBS merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan berbagai kementerian yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan lainnya.

    Terkait dengan Program GBBS ini, Asisten Deputi Bidang Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamuji Lestari menjelaskan bahwa GBBS merupakan salah satu cara untuk mempercepat terwujudnya kesadaran masyarakat Indonesia agar berbudaya bersih dan peduli pada kebersihan lingkungan serta berkepribadian ramah dan murah senyum. “Dan tentunya GBBS merupakan implementasi dari Gerakan Nasional Revolusi Mental,” tambah Pamuji.

    Data Kementerian Pariwisata mengungkapkan, indeks pariwisata Indonesia terus melompat dari urutan 70 pada 2013 naik menjadi 50 pada 2015 dan sekarang ini di peringkat 42. Diharapkan pada 2019 nanti masuk 30 besar.

    Sektor pariwisata yang berkembang pesat juga diharapkan untuk menjadi penyumbang devisa terbesar Indonesia di mana saat ini merupakan penyumbang devisa kedua setelah komoditas CPO.

    Pemerintah sedang mengembangkan 10 destinasi wisata baru yang diharapkan bisa menjadi 'Bali Baru', yakni Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tenggger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    Pemprov Jabar Dorong Percepatan Tol Cisumdawu
    DPRD Jabar Usulkan Penambahan Pimpinan
    DPRD Jabar Umumkan Calon Pimpinan Dewan 2014-2024
    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe

    Editorial