web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Warga Tamansari Dipersilakan Gugat Pemkot ke PTUN
    net

    Proyek rumah deret

    Warga Tamansari Dipersilakan Gugat Pemkot ke PTUN

    • Jumat, 15 Desember 2017 | 06:40:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Proyek pembanguan Rumah Deret di kawasan RW 11 Kelurahan Tamansari Tamansari Kecamatan Bandung Wetan Kota Bandung, masih mendapat tentangan dari warga setempat.

    Kendati demikian, Pemkot Bandung tetap akan melakukan pembenahan di kawasan tersebut yang merupakan lahan milik pemerintah. Bahkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mempersilakan warga RW 11 untuk menggugat Pemkot Bandung ke PTUN, jika memang tidak setuju dengan rencana pemerintah tersebut.

    "Kita sudah tegaskan, sudah ada tertulisnya (surat keputusan). Bagi yang tetap tidak mau, silakan gugat Pemkot ke PTUN," ujar Emil di sela-sela mendampingi Menteri Kesehatan saat meninjau Puskesmas Garuda di Jalan Dadali Kota Bandung, Kamis (14/12/2017).

    Emil menegaskan, sejak awal pemerintah sudah menfasilitasi warga dan tidak ada niat untuk menyusahkan rakyat. "Sampai pindah juga dibayarkeun, plus masa depannya balik lagi. Cuma dalam perjalanannya ada hal teknis saja, insya Allah lancar," ucapnya.

    Pada kesempetan berbeda, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Arif Prasetya mengatakan Pemkot segera memberikan surat peringatan (SP) pada warga RW 11 Tamansari yang tak mau pindah ke kontrakan atau rumah susun Rancacili. Dan sebelum SP diberlakukan, pihaknya melakukan dialog terlebih dahulu.

    "Ada 3 tahapan, yakni SP 1, SP 2 dan SP 3. Waktu dari SP 1 ke SP 2 selama 7 hari dan SP 2 ke 3 selama tiga hari untuk langsung di bongkar," tegas Arif dalam program Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Kamis (14/12/2017).

    Arif menyebutkan, dari 160 kepala keluarga (KK) yang terdampak proyek Rumah Deret, 96 KK telah menyetujui mega proyek arahan Pemkot Bandung tersebut. Atau lebih dar setengahnya yakni mencapai 60 persen warga setuju dengan pembangunan Rumah Deret.

    "Bangunan yang terdampak proyek Rumah Deret ada 95 bangunan. Jumlah kepala keluarganya ada 160 KK. 1 rumah ada yang diisi 3 sampai 4 KK. Nah yang setuju proyek rumah deret sampai saat ini sudah 96 KK," ujar Arif.

    Dari 96 KK yang menyetujui proyek rumah deret, 6 KK memilih tinggal di rumah susun di Rancacilli, sementara 90 KK memilih mengontrak rumah di tempat lain yang akan dibiayai Pemkot Bandung selama setahun dengan biaya maksimal Rp26 juta sebagai konpensasi.

    Mekanisme kompensasi, terang Arid, kepala keluarga harus mencari kontrakan yang akan ditempati. Setelah ada, Pemkot akan melakukan pembayaran termasuk membantu biaya relokasi barang. Baik keluarga yang tinggal di Rancacilli ataupun yang kontrak rumah, dapat kembali ke Tamansari jika proyek Rumah Deret telah rampung.

    Nantinya, warga RW 11 akan diprioritaskan menempati Rumah Deret. Barulah sisanya untuk RW lain, yang masuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selain diprioritaskan, Pemkot memberikan kemudahan lainnya. Warga RW 11 akan digratiskan sewa selama 5 tahun, lalu pada tahun ke-6 sampai 10, sewa yang dikenakan hanya 50 persen dari harga normal.

    "Perkiraan sementara kemungkinan harga sewa sekitar Rp200 ribu-300 ribu per bulan. Itu sebelum dipotong, jadi nantinya sekitar Rp100 ribu-150 ribu per bulan yang akan dibayar per kepala keluarga. Itu pun belum pasti, bahkan kemungkinan besarnya akan lebih murah dari angka perkiraan," paparnya.

    Arif memperkirakan, pengerjaan proyek Rumah Deret memakan waktu sekitar 6 bulan. Saat ini, pihaknya sedang fokus untuk relokasi sementara warga, baik akan mengontrak rumah, maupun yang pindah ke rumah susun Rancacilli. Selain itu, Pemkot sedang melakukan pembersihan rumah keluarga yang setuju dengan proyek Rumah Deret.

    "Pada lahan yang KK-nya setuju proyek Rrumah Deret, akan dilakukan beberapa kegiatan, di antaranya melihat kekuatan tanah, pemegaran seng, serta pembersihan lahan yang lain," ujar Arif.

    Arif berharap ke-64 KK yang belum bersepakat dengan Pemkot bisa menyetujui proyek Rumah Deret. Hal ini agar perencanaan untuk menata kawasan kumuh di Kota Bandung dapat terlaksana sesuai dengan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Lewat PTSL, 140 Ribu Bidang Tanah Tersertifikasi
    Kuota Taksi Online di Bandung sebanyak 2.919 Unit
    TPST Tegallega Berteknologi Canggih Diresmikan
    Pemkot Tata Ulang Reklame dengan Gaya Art Deco
    Kegiatan Pilkada Jangan Ganggu Pelayanan Publik
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Harapan Baru di Tahun Baru
      Harapan Baru di Tahun Baru

      HARI Senin bertepatan dengan tanggal 1 Januari 2018, hampir seluruh umat manusia di dunia ini merayakan malam pergantian tahun atau dikenal dengan malam Tahun Baru.

      Info Kota

      Pilwalkot Bandung 2018