web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Menko PMK Minta Penyusunan Buku Dicek dan Ricek
    net Menko PMK Puan Maharani

    Soal Ibu Kota Israel di Buku

    Menko PMK Minta Penyusunan Buku Dicek dan Ricek

    • Kamis, 14 Desember 2017 | 08:00:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyesalkan atas beredarnya buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk siswa kelas 6 SD yang menyebutkan Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

    ‘’Ini adalah keteledoran yang harusnya tidak terjadi. Ke depan, proses penyusunan buku itu harus benar-benar cermat. Kalau draf selesai disusun, mestinya ya ada tim supervisi yang melakukan cek dan ricek isinya, termasuk gambar dan ilustrasinya," ucap Puan ditemui di kantor Kemenko PMK, Jakarta Rabu (13/12/2017).

    Sebelumnya, isu tentang buku pelajaran yang menyebutkan Jerusalem adalah Ibu Kota Israel itu sempat membuat heboh di media sosial. Di halaman 64 pada buku pelajaran IPS kelas 6 SD yang diterbitkan Intan Pariwara dan Yudistira itu, menyebutkan bahwa Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Foto-foto halaman 64 itu beredar di medsos.

    Terkait hal ini, Puan menyayangkan bahwa kesaalahan pada buku yang diterbitkan tahun 2009 itu baru diketahui sekarang. Menko PMK itu juga menyinggung adanya sejumlah kasus tentang buku-buku SD yang kontennya tidak sesuai dengan acuan kurikulum. Maka, Puan mendukung keputusan Mendikbud Muhadjir Effendy yang menarik buku tersebut dari peredaran, dan menghapus tautan buku tersebut dari situs Kemendikbud.

    Lebih jauh, Puan mengharapkan agar dalam edisi terbaru bisa dipastikan bahwa kesalahan tersebut sudah dikoreksi. ‘’Secara umum kami mengharapkan bahwa semua buku pelajaran yang akan naik cetak sudah dicek secara saksama agar tak ada konten yang menyimpang,’’ kata Puan.

    Menko PMK juga meminta peran aktif orang tua atau guru untuk ikut bersama-sama mengawasi kualitas buku-buku sekolah. "Dengan begitu, kalau ada yang tidak sesuai, akan lebih cepat diketahui dan dikoreksi," ujar Puan.

    Hasil gambar untuk buku ips kelas 6 sd, yerusalem ibu kota israel

    Di buku IPS kelas 6 SD terbitan Yudhistira tertulis Ibu Kota Israel adalah Jerusalem

    Sementara itu, setelah ramai diperbincangkan di media sosial, Kepala Penerbitan Yudhistira, Ghalia Dedi Hidayat menyampaikan permohonan maafnya atas kesalahan penulisan Ibu Kota Israel di buku terbitannya. Permohonan maaf disampaikannya secara tertulis melalui surat resmi bernomor 12/Pnb-YGI/XXI/2017. Surat permohonan maaf itu ditujukan langsung kepada kepala sekolah dan guru.

    "Kami mohon maaf apabila sumber yang kami ambil dianggap keliru. Kami akan melakukan perbaikan atau revisi isi buku tersebut pada cetakan berikutnya," tulis Ghalia dalam surat permohonan maaf tersebut.

    Menurutnya, sumber yang dijadikan referensi oleh Yudhistira adalah internet. Dalam surat itu, tertulis, sumber yang digunakan adalah World Population Data Sheet 2010. Pihak Yudhistira mengaku tidak mengetahui data tersebut masih jadi perdebatan. Saat ini, status Yesusalem kembali mencuat setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui sepihak bahwa Jerusalem merupakan Ibu Kota Israel. Bahkan Trump berniat memindahkan kantor Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem.

    "Kami tidak mengetahui kalau ternyata data tersebut tidak mengetahui kalau ternyata data tersebut masih menjadi perdebatan dan belum diakui secara internasional," tulis Ghalia Dedi Hidayat. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Emil Minta Program Keagaamaan Terus Dilanjutkan
    Diperiksa 21 Jam, Status Inneke Masih Saksi
    PPBN Pramuka Bentuk Generasi Muda Patriotik
    Proyek Bendungan Leuwikeris Paket 1 Sudah 30%
    Pemprov Cairkan Bonus untuk Atlet Paralimpik
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Memilih
      Selamat Memilih

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 resmi dihelat Rabu, 27 Juni 2018 ini.

      Advertisement On Google