blog counter

Hot News


Opini


    Bio Farma Jadwal Ulang Eskpor Vaksin Difteri

    • Rabu, 13 Desember 2017 | 06:41:00 WIB
    • 0 Komentar


    Bio Farma Jadwal Ulang Eskpor Vaksin Difteri
    Vaksin Difteri produksi Bio Farma net

    JuaraNews, Bandung - PT Bio Farma menelaah kembali permintaan ekspor vaksin difteri melalui UNICEF untuk negara berkembang, terkait adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di sejumlah provinsi di Indonesia.

    Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, sebagai BUMN penghasil vaksin, pihaknya sangat memprioritaskan kebutuhan vaksin dalam negeri. Karena itu, Bio Farma akan merelokasi sementara waktu atau menjadwal ulang permintaan ekspor, guna memenuhi permintaan vaksin difteri dalam negeri.

    Bambang menyebutkan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan penanggulangan untuk memutuskan penularan, menurunkan jumlah kasus difteri, dan pencegahan, agar penyakit tersebut tidak semakin meluas. Caranya dengan tindakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi serentak di 3 provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, dengan vaksin yang mengandung Difteri.

    “Kami, memiliki pasokan vaksin dengan kandungan difteri yakniDTP-HB-Hib (Difteri Tetanus Pertusis-Hepatitis B-Haemophylus Influenza Type B) untuk anak usia 1-5 tahun, DT (Difteri Tetanus) untuk anak usia 5-7 tahun dan Td (Tetanus Difteri) untuk anak usia 7-19 tahun” katanya dalam rilis yang diterima Tribun, Selasa (12/12/2017).

    Vaksin-vaksin tersebut diberikan untuk pencegahan penyakit difteri, sedangkan untuk penderita difteri, Bio Farma akan menyiapkan Anti Difteri Serum (ADS).

    “Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap mutu vaksin buatan Bio Farma, karena produk yang dihasilkan melalui pengawasan kualitas yang ketat, dan sistem rantai dingin (cold chain system) dengan teknologi Vaccine Vial Monitor (VVM) untuk menjamin vaksin berkualitas, aman dan efektif,” paparnya.

    Pada 5-7 Desember 2017, telah diselenggarakan pertemuan Tingkat Menteri Kesehatan Negara-negara Islam) di Jeddah Arab saudi. Hasil pertemuan tersebut, Indonesia dinyatakan sebagai Centre of Excellence (Pusat Penelitian Bersama) untuk bidang vaksin dan Bioteknologi.

    Sebelum dinyatakan sebagai Centre of Excellence, Bio Farma sudah terlebih dahulu mengeskpor produk–produk vaksinnya termasuk vaksin yang mengandung difteri ke negara-negara Islam.

    Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku segera mengunjungi Bio Farma untuk menyampaikan keadaan darurat yang terjadi di Kota Bandung dan membutuhkan banyak suplai obat untuk pencegahan difteri.

    "Karena sementara peraturannya kan obatnya tidak bisa dibikin sendiri-sendiri, harus disuplai dari pusat. Tapi kalau dari pusat habis, masa kita berdiam diri saja kan. Maka Kamis (14/12/2017) saya akan ke Biofarma menyampaikan urgensi ini," ujar Emil di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum Kota Bandung, Senin (11/12/2017).

    Beberapa usaha telah dilakukan oleh Pemkot Bandung untuk meminta bantuan suplai obat, salah satunya kepada pemerintah pusat. Emil mengimbau warga Bandung untuk waspada dan mengkonsultasikan gejala-gejala penyakit difteri pada rumah sakit terdekat. (*)

     

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ridwan Kamil Luncurkan Tapal Desa, Digitalisasi Lumbung Padi Antisipasi Krisis Pangan
    Peringati Hari Kemerdekaan ke-77, PT PIL Luncurkan Helm Retro Modern Bertemakan Dirgahayu RI
    SKYE Suite Sydney Raih Nominasi ‘Apartment/Suite Hotel of Year’
    PMK di Jabar Menurun, Vaksinasi dan Skrining Hewan Tetap Dilakukan
    Gelar Urban Fest di Bandung, Cara Daihatsu Sasar Konsumen Generasi Milenial
    Berita Terdahulu

    Editorial


      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads