web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Vaksin Indonesia Dibutuhkan di Banyak Negara Islam
    istimewa/humas bio farma

    Vaksin Indonesia Dibutuhkan di Banyak Negara Islam

    • Minggu, 10 Desember 2017 | 05:58:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jeddah - The 6th Islamic Conference Ministry Of Health atau Pertemuan Tingkat Tinggi Menteri Kesehatan Negara Islam kembali diadakan di Jeddah Saudi Arabia pada 5-7 Desember 2017.

    Pertemuan tersebut dihadiri 57 menteri kesehatan dari negara – negara Islam, antara lain Menteri Kesehatan beserta delegasi Indonesia dan Bio Farma. Menteri Kesehatan Turki, Menteri Kesehatan Kerajaan Saudia Arabia, serta delegasi dari negara anggota OKI.

    Hasil pertemuan senior official pada selasa 5 Desember 2017, telah diputuskan bahwa Indonesia resmi dipercaya menjadi Centre of Excellence (Pusat Penelitian) untuk vaksin dan bioteknologi untuk negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

    Sebagai pimpinan delegasi dari Indonesia, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyampaikan paparannya pada Rabu (6/12/2017) waktu Jeddah, mengenai 'pelaksanaan SGDs, dalam dua tahun terakhir di Indonesia. Juga tentang komitmen Indonesia dalam meningkatkan akses terhadap vaksin, mengingat tantangan wilayah Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari kepulauan sehingga diperlukan komitmen untuk akses tersebut, melalui peran Presiden, lintas sektor, pemerintah daerah, masyarakat dan tokoh agama.

    Direktur Pemasaran Bio Farma M Rahman Rustan yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan, dengan dipercayanya Indonesia sebagai pusat penelitian bersama, menandakan bahwa Indonesia dipandang negara yang mumpuni dalam hal pembuatan vaksin, sehingga akan menjadi rujukan negara-negara OKI.

    “Sebagai Centre of Excellence Vaksin, ini artinya negara-negara OKI akan mempercayai penyediaan vaksin untuk negaranya kepada Indonesia, melalui Bio Farma,” ujar Rahman dalam siaran persnya yang diterima JuaraNews.

    Rahman menambahkan, Bio Farma mendorong untuk kemandirian vaksin antarnegara Islam, agar produsen vaksin mampu meningkatkan kapasitasnya dan memudahkan industri vaksin untuk saling bersinergi.

    “Bio Farma dapat menyediakan produk akhir Vaksin maupun bahan baku vaksin/bulk, baik transfer teknologi maupun joint collaboration vaccine production,” ungkap Rahman

    Delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Kesehatan, pada pertemuan tersebut juga menampilkan pameran pembangunan Indonesia sehat, dengan tiga pilar termasuk Germas dan JKN, pelayanan kesehatan haji Indonesia, dan roadmap Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    KAI Raih Penghargaan Contact Center World 2018
    Ridwan Kamil Dorong Digitalisasi Koperasi
    Blibli.com Kembali Jaring Pengusaha Kreatif Muda
    Harga Telur Masih Mahal, yang Pecah Jadi Pilihan
    Bank bjb Optimistis Capai Target Labar Triwulan II
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Memilih
      Selamat Memilih

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 resmi dihelat Rabu, 27 Juni 2018 ini.