web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    KLB Difteri, Dinkes Diminta Berikan Layanan Prima
    net Netty

    KLB Difteri, Dinkes Diminta Berikan Layanan Prima

    • Jumat, 8 Desember 2017 | 07:31:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Ketua Tim Penggerak PKK Jabar Netty Heryawan berharap Dinas Kesehatan bisa bekerja secara cepat dengan rumah sakit rujukan atau RS regional di Jabar untuk memberikan layanan terbaik dalam menangani wabah difteri.

    Penyakit mematikan ini kembali melanda Indonesia. Hingga saat ini sudah 20 provinsi yang terserang penyakit ini, termasuk Jabar. Bahkan pemerintah sudah menetapkan kasus difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

    Berdasakan data Kementerian Kesehatan, hingga November 2017, sudah ada 95 kabupaten/kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri. Secara keseluruhan terdapat 622 kasus, 32 di antaranya meninggal dunia. Sementara kasus infeksi difteri di Jabar mencapai 109 kasus, dengan 13 orang di antaranya meninggal dunia.

    “Bagaimanapun masalah kesehatan yang dialami masyarakat ini kan merupakan tanggung jawab pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Maka dari itu pemerintah harus bisa menyelenggarakan layanan prima untuk masyarakat,” kata Netty seusai membuka Rapat Konsultasi (Rakon) PKK tahun 2017 di Kantor PKK Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Kamis (7/12/2017).

    Data dari Dinas Kesehatan Jabar menyebutkan bahwa 1/3 dari penderita difteri tidak diimunisasi. Sedangkan upaya yang dianggap efektif untuk mencegah terjadinya difteri itu sendiri adalah dengan pemberian imunisasi. Karena dengan imunisasi tentu akan memberikan perlindungan kekebalan terhadap penyakit secara spesifik tergantung dengan jenis vaksin yang diberikan.

    “Tentu ini menjadi ‘PR’ dan tantangan kita untuk terus bekerja di masyarakat, khususnya mengedukasi keluarga sehingga masyarakat ataupun balita bisa tercegah dengan mengikuti program 5 imunisasi dasar lengkap, salah satunya imunisasi DPT,” tandas Netty.

    Wabah difteri sendiri banyak ditemui di negara-negara berkembang dimana angka vaksinasi masih rendah. Penyakit yang bersumber dari bakteri corynebacterium diphtheriae ini termasuk dalam penyakit menular yang disebarkan melalui penghirup cairan dari mulut atau hidung, dari jari-jari atau handuk yang terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi penderita.

    Penderita yang mengalami difteri biasanya menunjukan beberapa gejala, seperti flu pada umumnya. Namun, difteri juga memiliki gejala yang khas seperti lapisan tebal abu-abu di bagian tenggorokan dan tonsil, demam, menggigil, pembesaran kelenjar di leher, suara yang keras seperti menggonggong, radang tenggorokan, kulit membiru, mengeluarkan air liur terus menerus dan rasa tidak nyaman pada tubuh. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Menko PMK Minta Penyusunan Buku Dicek dan Ricek
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google