web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    KPK Imbau Penerima Hibah tak Terima Bantuan Oknum
    net Asep Rahmat Suwanda saat memberikan pengarahan

    KPK Imbau Penerima Hibah tak Terima Bantuan Oknum

    • Jumat, 8 Desember 2017 | 07:07:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Satgas Supervisi dan Pencegahan Wilayah II KPK Asep Rahmat Suwanda mengimbau agar lembaga yang ingin mengajukan dana hibah untuk berhati-hati terhadap orang yang memanfaatkan kesempatan.

    Asep mengaku pernah menemukan kasus tersebut di Jabar. Seorang oknum menjanjikan bantuan proses pengajuan dana hibah lebih cepat dengan syarat ada komisi untuk 'sang pemberi bantuan'. Sehingga pengaju dana hibah harus menaikkan jumlah dana yang diajukan. Oknum tersebut juga ingin membuat citra dirinya seolah-olah berjasa pada pengaju.

    "Ini dalam isitilah hukum disebut mens rea atau niat jahat. Kesadaran penuh kita, menyadangkan usulan yang diniatkan membayar seseorang, kita ubah di proposal dalam bentuk kebutuhan," ujar Asep saat memberikan arahan kepada penerima dana bansos di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (7/12/2017).

    Asep meminta setiap lembaga yang ingin mengajukan dana hibah untuk tidak tergoda pada bantuan tersebut karena hal itu tidak akan berpengaruh.

    "Pada akhirnya keputusannya adalah bapak dan ibu yang berhak dengan pertimbangan yang sudah ditentukan mendapatkan dana hibah, sudah dipastikan dana tersebut disetujui. Kalau usulan tidak bisa diterima, jelas pula bantuan tersebut tidak akan diberikan," paparnya.

    Jumlah dana hibah yang dicairkan pun disesuaikan berdasarkan dana yang diajukan. Asep juga mengimbau kepada penerima dana hibah agar tidak merasa harus balas budi kepada siapapun.

    "Misalnya saya dapat Rp2 juta, saya ingin berikan uang terima kasih, karena saya senang. Uang tetima kasih tidak boleh ada, baik uang atau barang. Itu kategori penyuapan atau pemerasan," ujarnya.

    Asep menegaskan, laporan penyelewengan dana hibah dari pemerintah ke berbagai lembaga, sering diterima KPK. Laporan penyelewengan dana hibah menduduki peringkat laporan tertinggi selain masalah perizinan, kepegawaian, dan pengelolaan APBD. "Bisa dipastikan setiap tahun ada laporan dugaan penyelewengan dana hibah," ucapnya.

    Pada kesempatan sama, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu memberikan uang terima kasih kepada mediator tersebut. "Masyarakat harus melek, tidak boleh ada siapapun yang minta persentase karena ini dana hibah kepada lembaga itu," ujar Aher seusai memberikan pengarahan.

    Jika ada yang membantu, kata Aher, biarkan hal itu dianggap sebagai amal orang tersebut sebagai relawan. Tidak perlu ada perasaan harus berbalas budi dengan cara memberikan uang. Aher mengatakan dana hibah yang diberikan hanya ditujukan untuk pembangunan dan kegiatan sesuai yang tertera pada proposal.

    ""Dia relawan, mencari amal kebaikan, kemudian dia berjasa mengurus ke sana ke mari, itu amal sosial dia sebagai relawan, tidak ada persentase," ucapnya. Cukup terima kasih, doakan semoga Allah membalas kebaikan Anda, cukup sampai di situ," pungkas Aher. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google