web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Puan Kecam AS Akui Yerusalem jadi Ibu Kota Israel
    net

    Puan Kecam AS Akui Yerusalem jadi Ibu Kota Israel

    • Jumat, 8 Desember 2017 | 06:38:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengecam keras keputusan sepihak Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

    Presiden AS Donald Trump pun berencana memindahkan Kantor Kedutaan Besarnya ke kota bersejarah bagai umat muslim tersebut.

    “Keputusan Pemerintah Amerika Serikat itu jelas sangat mengecewakan kita semua.” tegas Menko Puan saat dimintai tanggapan oleh wartawan setelah acara Kirab Pemuda di Blitar Kamis, (7/12/2017).

    Menko Puan menegaskan, Pemerintah Indonesia konsisten dan akan terus memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina.

    “Sikap Pemerintah Indonesia terhadap Palestina sudah jelas dari masa Pemerintahan Bung Karno hingga sekarang yaitu tetap konsisten mendukung kemerdekaan penuh bagi Bangsa Palestina.” tegas Puan.

    Putri manta Presiden Megawati Soekarnoputri ini mengkhawatirkan keputusan Pemerintah AS ini akan memantik ketegangan baru di wilayah Timur Tengah. Dia juga berharap agar masyarakat Indonesia mempercayakan penyelesaian konflik ini kepada pemerintah.

    “Pemerintah Indonesia akan terus konsisten mendukung kemerdakaan Bangsa Palestina” pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Iriawan: Maknai HUT RI dengan Aksi Nyata
    Indonesia Jadi Tujuan Melanjutkan Pendidikan
    PT KAI Siap Sukseskan Asian Games 2018
    Aher tak Bisa jadi Calon Wakil Gubernur DKI
    RSHS Bandung, RS rujukan Atlet Asian Games 2018
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Dirgahayu Republik Indonesia
      Dirgahayu Republik Indonesia

      PADA 17 Agustus 2018, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73 tahun. Memeringati terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.

      Advertisement On Google