web stats service from statcounter

Hot News


  • Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe
    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe
    • 16 September 2019 | 16:13:00 WIB

    RIDWAN Kamil menanggapi serius petisi penandatanganan secara online di website change.org meminta agar BIJB Kertajati diganti namanya menjadi BJ Habibie.

Inspirasi


    Kediri Belajar kelola Zakat dari Kota Bandung
    net ilustrasi

    Kediri Belajar kelola Zakat dari Kota Bandung

    • Kamis, 7 Desember 2017 | 07:29:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Rombongan Pemkot Kediri yang dipimpin Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah datang ke Balai Kota Bandung untuk melakukan studi banding pengelolaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung, Rabu (6/12/2017).

    Lilik bersama jajaran Baznas Kota Kediri diterima Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial didampingi Ketua Baznas Kota Bandung Maman Abdurrahman.

    Lilik menyampaikan, pihkanya ingin mempelajari tentang pengelolaan Baznas di Kota Bandung. Pasalnya, Bandung dikenal sukses meningkatkan pendapatan zakat melalui gerakan Ayo Bayar Zakat.

    “Sebagai sesama pimpinan daerah, kami ingin belajar ke Bandung tentang pengelolaan Baznas,” ucap Lilik.

    Oded mengatakan, pihaknya dengan senang hati menerima siapapun yang ingin bekerja sama atau belajar demi kemajuan masyarakat di wilayah masing-masing. Oded menyampaikan, Pemkot Bandung banyak melakukan inovasi sosial, salah satunya di bidang zakat. Langkah yang dilakukan pemerintah kota adalah dengan melakukan intervensi regulasi melalui berbagai instrumen.

    Pemkot mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Bandung tentang Gerakan Ayo Bayar Zakat, Instruksi Wali Kota Bandung tentang Pelaksanaan Zakat Profesi, Infaq dan Shadaqah bagi ASN Kota Bandung, serta Surat Edaran Sekretaris Daerah tentang Pelaksanaan Zakat Profesi bagi ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

    “Dulu sebelum ada regulasi itu pendapatan Baznas hanya Rp400 juta setiap bulan. Sekarang setelah dikeluarkannya regulasi, rata-rata pendapatan zakat bisa mencapai Rp2 miliar tiap bulan,” tutur Oded.

    Pemerintah kota juga telah meluncurkan aplikasi Ayo Bayar Zakat yang bisa mempermudah warga membayarkan kewajibannya. Dalam aplikasi tersebut, warga bisa menghitung kewajiban zakatnya, hingga menyalurkan dana zakat ke lembaga amil zakat manapun yang diinginkan.

    Selain melalui Baznas, ada pula program pemerintah bernama RW Mandiri. Program yang digagas Wakil Wali Kota Bandung itu menganjurkan masyarakat untuk memberikan infak dan sedekah di masjid terdekat yang lalu dikelola RW setempat

    “Program ini cukup sukses. Kini di tiap RW ada yang infak dan sedekahnya mencapai Rp150 juta setahun. Alhamdulillah, sudah ada 100 RW yang bergerak menjalankan program ini,” jelas Oded.

    Sebagian dana tersebut, lanjut Oded, digunakan untuk perbaikan infrastruktur di wilayah-wilayah masing-masing Jadi, selain ada dana Perogram Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilahayan (PIPPK), warga bisa mendapatkan tambahan dana melalui dana infak dan sedekah. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pakar: Kewenangan PPK Delegasi Langsung Presiden
    Rekayasa Lalu-lintas Jalan Sukajadi Dievaluasi
    Kota Bandung Luncurkan Sekoper Cinta
    Pemkot Bandung Tetap Ingin Kelola Sendiri GBLA
    Pemprov Siap Ambil Alih Pengelolaan Stadion GBLA

    Editorial


      Info Kota