web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Kemenko PMK Pantau Program Padat Karya 2018
    net ilustrasi

    Kemenko PMK Pantau Program Padat Karya 2018

    JuaraNews, Jakarta - Jajaran Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus memantau persiapan pelaksanaan program Padat Karya di desa yang akan dimulai awal Januari 2018 mendatang.

    "Agar program yang akan dimulai pada Januari tahun 2018 nanti berjalan dengan baik, kita perlu menetapkan lokasi desa sasaran program padat karya," ucap Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kemenko PMK, I Nyoman Shuida.

    Sebelumnya, pemerintah melalui keputusan yang diambil oleh Presiden Joko Widodo menetapkan pola baru dalam pemanfaatan dana desa se-Indonesia. Di mana alokasi dana desa difokuskan ke sektor padat karya. "Sebagaimana tujuannya, padat karya ini harus benar-benar tepat sasaran agar bermanfaat bagi rakyat di desa," kata Nyoman.

    Kemenko PMK mengusulkan agar dalam menentukan lokasi desa sasaran dengan memperhatikan, di antaranya desa yang mempunyai angka kemiskinan tinggi, desa tertinggal, berkembang atau mandiri, desa kantong TKI dan Ex TKI, desa daerah perbatasan dan desa daerah kepulauan, desa dengan tingkat stunting tinggi.

    Nyoman menjelaskan, terkait dengan desa tingkat stunting tinggi itu, pemerintah telah memilih 10 desa prioritas di 100 kabupaten/kota prioritas penanganan kemiskinan dan stunting. Untuk memilih 100 kabupaten/kota prioritas tesebut memakai beberapa indikator, yakni: melihat jumlah balita stunting yang bersumber Riskesdas 2013 Kemenkes, Prevalensi stunting presentase jumlah balita pendek dan sangat pendek.

    "Data tersebut bersumber dari Riskesdas 2013 Kemenkes, serta memperhatikan tingkat kemiskinan yang merupakan persentase jumlah penduduk miskin kabupaten/ kota berdasar Susenas 2013 (BPS)," jela Nyoman.

    Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan langkah-langkah koordianasi dengan K/L terkait. Terakhir, Pengawal program padat karya di Kemenko PMK itu juga mengatakan, dengan menggunakan indikator tersebut, akan dihasilkan urutan kabupaten/kota prioritas penanganan stunting. Kabupaten prioritas tersebut memiliki rata-rata jumlah penduduk stunting. Prevalensi stunting dan tingkat kemiskinan lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

    “Saat ini, sebagai tindak lanjut, pemerintah akan menyusun pedoman pelaksanaan padat karya desa 2018,” ujar Nyoman.

    Pada kesempatan lain, Asisten Deputi (Asdep) bidang Pemberdayaan Desa Kemenko PMK Herbert Siagian mengatakan, sebagai upaya untuk meningkatkan penghasilan masyarakat dan mendorong kesejahteraan desa, pihaknya terus melakukan Optimalisasi Anggaran Pembangunan Desa untuk Padat Karya melalui penentuan lokasi desa sasaran.
    "Untuk Optimalisasi Anggaran Pembangunan Desa, maka pengumpulan data lokus desa padat karya harus benar-benar akurat," ucap Herbert.

    Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, khususnya dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah.

    Asdep itu juga mengharapkan, data program kegiatan dan anggaran Kementerian dan Lembaga di 100 kabupaten/kota atau 1.000 desa percontohan padat karya itu, bisa diperbaharui pada 6 Desember 2017 ini dan launching dijadwalkan pada 12 Desember 2017 mendatang.

    “Diharapkan dalam minggu ini Kementerian maupun Lembaga dapat menyampaikan data serta informasi kegiatan yang beririsan dengan lokasi 100 kabupaten/kota atau 1.000 desa maupun kegiatan diluar 100 kab/Kota atau 1000 Desa juga dapat segera disampaikan,” ujarnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google