web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Penerbangan ke Bali Berangsur Normal
    net ilustrasi

    Penerbangan ke Bali Berangsur Normal

    • Selasa, 5 Desember 2017 | 07:07:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Menurunnya aktivitas vulkanik Gunung Agung, Bali, telah membuat Bandara Internasional Ngurah Rai beroperasi secara penuh. Secara berangsur Bandara Internasional I Gusti Ngurah telah beranjak normal sejak Rabu (29/11/2017) lalu.

    Berdasarkan data manifes yang ada, sepanjang Senin 4 Desember 2017 ini total jumlah penumpang domestik dan internasional yang datang dan pergi sekitar 31 ribu orang yang dilayani 340 pesawat.

    "Kita berharap ini adalah tanda-tanda baik. Ada kecenderungan Gunung Agung lebih stabil, meski masih belum benar-benar bisa dikatakan aman untuk masyarakat sekitar," ucap Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Masmun Yan Mangesa Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Siang (4/12/2017).

    Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) konsentrasi gas sulfur dioksida (SO2), yang menjadi indikator aktivitas vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, terus menurun jika dibandingkan hari-hari erupsi eksplosif pada 26-27 November 2017. Selain hal itu, kondisi asap vulkanik Gunung Agung juga sudah sedikit berkurang dengan ketinggian 1.500-2.000 meter dari puncak kawah.

    Menurut Yan, menurunnya aktivitas gunung agung itu harus tetap diwaspadai oleh masyarakat sekitar. Hal ini disebabkan gunung agung masih dalam fase kritis. "Masyarakat jangan terlena, tetap waspada, utamanya mereka yang berada dalam radius 8 km," kata Yan.

    Di sisi lain, purnawirawan jenderal bintang dua TNI AU itu juga menyampaikan imbauan masyarakat harus waspada terhadap cuaca ekstrim yang masih berpotensi pada bulan Desember. Perlu diketahui, kata Yan, cuaca ekstrim tersebut akan memberikan dampak pada hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang akibat tumbuhnya siklon tropis di Laut Selatan. Siklon ini berpotensi menimbulkan hujan deras, angin kencang dan ombak di sebagian Sumatera dan Jawa.

    "Kita semua bisa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, sehingga mudah-mudahan Desember yang katanya puncak ekstrim itu bisa kita lewati semua dalam keadaan baik," jelas Yan. Sebagai pejabat yang menangani persoalan kebencanaan di Kemenko PMK, Yan mengatakan bahwa seuruh jajaran pemerintahan telah disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

    Karena itu, Yan mengatakan perlunya langkah koordinasi antara berbagai pihak baik di tingkat pusat maupun daerah. “Sosialisasi terhadap kemungkinan peningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus terus kita lakukan bersama-sama dan terkoordinasi, agar masyarakat dan aparat desa bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan,” ujar Yan. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Petugas Medis Siaga Bantu Korban Banjir Pagarsih
    Pagarsih Kembali Kebanjiran, Pemkot Gerak Cepat
    Demul Ingin Bangun 4 Rumah Sakit setara RSHS
    Kunjungi Pasar di Cianjur, Demiz Jadi Objek Selfie
    Ini Tim yang Lolos ke Babak 16 Besar Liga Europa
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      JUMAT (16/2/2018) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

      Advertisement On Google