web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Presiden Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem
    net ilustrasi

    Presiden Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

    • Selasa, 5 Desember 2017 | 07:05:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengan cuaca ekstrem yang sedang terjadi di sejumlah wilayah.

    "Tingkatkan kewaspadaan karena cuacanya ekstrem. Hujan lebat, angin kencang, dan juga ada gelombang tinggi, semuanya hati-hati," ujar Jokowi di Jakarta, akhir pekan lalu.

    Mantan gubernur DKI Jakarta itu pun meminta kesiagaan tinggi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas dan jajaran terkait lainnya baik di pusat maupun daerah untuk segera mengantisipasi kondisi ini. "Waspada dan bantu masyarakat apabila ada bencana, secepatnya!" tegas dia.

    Berbagai antisipasi pun harus dilakukan sedini mungkin untuk mencegah produksi bahan pangan dan jalur distribusi logistik menjadi terputus akibat bencana yang terjadi.

    "Produksi pangan sampai sekarang belum ada masalah, tapi ini sudah bulan Desember, masih ada bulan Januari dan juga jalur-jalur logistik jangan sampai putus, betul-betul diantisipasi dan diwaspadai," tambahnya.

    Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)menggelar Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait antisipasi dampak erupsi gunung Agung, Siaga Darurat Bajir, dan Tanah Longsor, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Rabu (29/11/2017).  Menko PMK Puan Maharani Pemerintah sudah mengambil langkah-langkah penanggulangan bencana dan juga antisipasi bencana sejak awal.

    "Contohnya erupsi Gunung Agung, kita siapkan sejak awal tempat pengungsian, konsumsi bagi pengungsi, termasuk layanan imigrasi bagi wisatawan mancanegara yang sedang ada di Bali," ujar Puan.

    Puan menjelaskan, antisipasi terhadap bencana harus dilakukan sejak awal. Termasuk soal tugas masing-masing instansi, siapa melakukan apa. Karena itu, ketika bencana terjadi respon dan penanganan yang dilakukan pun akan cepat.

    "Jadi dalam rapat ini kita bahas koordinasi antarinstansi dan kesiapan dari setiap kementerian dan lembaga dalam mengantisipasi maupun menanggulangi bencana. Baik banjir, longsor maupun erupsi Gunung Agung Bali," jelas Puan.

    Menko PMK mengungkapkan, salah satu permasalahan yang ada di lapangan saat ini adalah jumlah pengungsi yang sangat fluktuatif. Menurut catatan jumlah pengungsi per (28/11/2017) adalah sebesar 29.673 Jiwa tersebar di 217 tempat, tetapi kemungkinan jumlah tersebut bisa berubah karena mobilitas pengungsi sangat tinggi. Secara umum, penanganan pengungsi sudah dilakukan dengan memadai. Baik dari sisi penyediaan logistik, air bersih, sanitasi, dan pelayanan kesehatan.

    Puan menjelaskan, pemerintah secara konsisten melakukan koordinasi intensif terkait penanganan bencana. Misalnya Menteri Sosial juga menyiapkan soal logistik beras bagi pengungsi. Kemudian Menteri Pariwisata aktif dalam pelayanan warga negara asing yang sedang berlibur di Bali dan tiap lima jam dikasi update informasinya. Bahkan sudah disiapkan transportasi penghubung  bagi pengungsi ataupun warga negara asing di bandara Ngurah Rai Bali.

    "Dan alhamdulillah, Kementerian Pariwisata mengatakan bahwa erupsi letusan Gunung Agung tidak mengganggu angka wisatawan di Bali dan di Indonesia seluruhnya," tambah Puan. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google