web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Jokowi Serahkan 10 Ribu Sertifikat di Kab Bandung
    net Jokowi saat menyerahkan sertifikat secara simbolis

    Jokowi Serahkan 10 Ribu Sertifikat di Kab Bandung

    • Selasa, 5 Desember 2017 | 02:05:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Presiden Joko Widodo menyerahkan 10 ribu sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) secara simbolis kepada 12 perwakilan warga Kabupaten Bandung di Dome Bale Rame Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (4/11/2017).

    Menurut Jokowi, pembagian sertifikat program PTSL bisa meredakan konflik di tengah masyarakat. Pasalnya, sengketa tanah kerap ditemukannya ketika melakukan peninjauan ke lapangan.

    "Kalau sudah pegang sertifikat, orang tidak bisa menunjuk seenaknya dan mengatakan ini tanah saya, itu tanah saya. Karena yang namanya sertifikat itu bukti hukum atas tanah yang kita miliki," ujar Jokowi dalam sambutannya.

    Jokowi berharap, sertifikat program PTSL di Jawa Barat, bisa selesai seluruhnya pada 2025 mendatang. "Harusnya keluar 126 juta, tapi pada 2016 baru keluar 46 juta. Masih ada 80 juta tanah yang harus diselesaikan, kalau tidak ada program ini mungkin harus menunggu 160 tahun baru selesai, saya tidak mau seperti itu," katanya.

    Pada 2017 ini, kata Jokowi, di Jabar ditargetkan sertifikat 594.500 bidang diselesaikan, namun realisasinya baru 311.791 bidang. Berdasarkan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanaha Nasional (BPN), di Jabar akan ada penambahan sebanyak 1 juta sertifikat PTSL. Sedangkan di Kabupaten Bandung akan ditambah sebanyak 60 ribu dari target 15 ribu yang diberikan.

    "Kantor BPN terus bekerja siang dan malam, Minggu juga bekerja. Tidak apa-apalah biar kapok, rakyat memang harus dilayani," ujar Jokowi.

    Dia mengatakan, untuk urusan kepemilikan sertifikat tanah secara nasional masih minim. Seharusnya ada 126 juta yang pegang sertifikat. Tapi sampai sekarang baru 46 juta yang pegang sertifikat.

    “Kalau 1 tahun hanya dikerjakan 500 sertifikat, baru selesai 160 tahun lagi. Saya tidak mau. Makanya saya targetkan pada 2025 harus pegang sertifikat semuanya. Caranya terserah menteri, yang penting rakyat harus pegang sertifikat,” katanya.

    Dia juga mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah membantu BPN soal urusan sertifikat tanah. Masyarakat bisa membantu dengan menyediakan patok lahan yang akan didaftarkan sehingga pengerjaan bisa lebih mudah.

    Menteri Kementerian Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan, khusus Kabupaten Bandung ada 10 ribu sertifikat tanah yang diserahkan. Namun warga yang menerima sertifikat tanah hanya 8.375 orang. Selisih tersebut terjadi, karena adanya satu penerima yang mendapatkan sertifikat lebih dari 1.

    Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di Kabupaten Bandung merupakan lokasi ke-47 sejak pertama kali sertifikat diserahkan oleh Presiden pada 10 Oktober 2016 di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta. “Jumlah Sertifikat yang sudah diserahkan oleh Presiden sampai saat ini sebanyak 206.016 bidang,” ujarnya.

    Di Kabupaten Bandung, secara keseluruhan ada 1.633.015 bidang tanah. Namun bidang tanah yang telah terdaftar atau mendapatkan sertifikat baru 395.667 bidang atau baru 24,23 persen, atau masih ada 1.237.348 bidang tanah yang belum terdaftar.

    Pada tahun 2017, ditargetkan ada 16.000 PTSL. Sampai saat ini, sudah 15.593 bidang yang telah masuk PTSL. Dia mengatakan, pada tahun 2018 akan 60.000 bidang tanah di Kabupaten Bandung yang akan didaftarkan. “Pada akhir tahun diharapkan target itu bisa terpenuhi,” katanya.

    Pada kesempatan sama, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengungkapkan, saat ini masih banyak tanah yang belum terdaftar. Aher memperkirakan jumlah bidang tanah di Jabar sebanyak 19.852.152 bidang, dengan bidang yang sudah terdaftar sebanyak 6.527.635 atau baru 32,88 persen.

    "Ini merupakan langkah, untuk melegalisasi aset pertanahan warga. Kegiatan ini dilakukan BPN untuk membuat sertifikasi tanah bagi anggota masyarakat maupun kelompok anggota masyarakat," ujar Aher. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Menko PMK Minta Penyusunan Buku Dicek dan Ricek
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google