web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Tol Soroja Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Warga
    net

    Tol Soroja Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Warga

    • Senin, 4 Desember 2017 | 05:49:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan, kehadiran Jalan Tol Soreang-Pasikoja bisa menopang pertumbuhan masyarakat khususnya di Kabupaten Bandung.

    Selain menjadi solusi masalah kemacetan, diharapkan tol ini juga bisa enjadi penopang pertumbuhan ekonomi karena mobilitas orang dan barang menjadi lebih cepat.

    Dengan adanya jalan tol sepanjang 10,5 km yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo, Senin (4/12/2017) siang ini tersebut, menurut Aher, potensi pertumbuhan ekonomi terjadi saat mobilitas orang dan barang menjadi lebih cepat. Dan saat mobilitas dipercepat dan dipermudah, maka kegiatan ekonomi semisal distribusi barang dan jasa akan lebih cepat pula.

    “Akan memperlancar kegiatan ekonomi, dan dampaknya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Aher kepada wartawan di Gedung Sate, Jalan Dipenegoro Kota Badnung, Minggu (3/12/2017).

    Aher mengatakan, jalan tol i yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung tersebut sudah dinantikan selama bertahun-tahun. “Ini sebuah penantian panjang. Ini sudah dibincangkan sejak tahun pertama saya menjadi gubernur. Sama dengan Cisumdawu, Ciamis-Sukabumi, mudah-mudahan tahun depan sudah ada peresmian (Tol Ciamis-Sukabumi),” tandas Aher.

    Aher mengakui, pengerjaan Tol Soroja yang menghabiskan dana sekira Rp1,7 triliun ini mengalami keterlambatan. Semula Pemprov Jabar menargetkan proyek ini selesai sebelum PON XIXX/2016 Jabar, tetapi baru selesai pada 2017 ini. Hal tersebut karena adanya sejumlah kendala, mulai dari proses pembebasan lahan hingga kendala pendanaan. Aher pun berjanji akan mengevaluasi penyebab kendala tersebut, sehingga tidak akan terulang di proyek-proyek selanjutnya.

    “Kendala mulai dari urusan lahan, modal kerja, pemenang tender dan sebagainya. Itu kan lahan kaitan dengan pengembang, kontraktor tidak bisa membebaskan lahan, atau kurang cekatan membebaskan lahan, kurang uangnya, kadang hambatan dari masyarakat yang menolak, bermacam-macam hambatannya,” ujarnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemerintah Ajak Swasta Ikut Percepat Pembangunan
    Pemerintah Genjot Pembangunan Infrastruktur
    Bio Farma Jadwal Ulang Eskpor Vaksin Difteri
    PT SBL-BTN Syariah Gulirkan Dana Talang Umrah
    Vaksin Indonesia Dibutuhkan di Banyak Negara Islam
    Berita Terdahulu

    Editorial