web stats service from statcounter

Hot News

Gedung Sate

    Inspirasi

      Calon Independen Berguguran sebelum Ikuti Pilkada

      Calon Independen Berguguran sebelum Ikuti Pilkada

      • Minggu, 3 Desember 2017 | 07:03:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Pilkada serentak 2018 di Jabar yang digelar di 16 kabupaten/kota dan Provinsi Jabar, tidak banyak yang diikuti pasangan calon dari jalur perserorangan.

      Sejumlah bakal calon independen berguguran sebelumnya mengikuti pemilihan, karena tidak mampu memenuhi syarat jumlah minimal dukungan yang harus dibuktikan dengan fotocopy e-KTP.

      Pada Pilgub Jabar, misalnya, tidak ada satupun dari 5 pasangan yang memenuhi syarat pencalonan hingga masa pendaftaran ditutup, Minggu (26/11/2017) pukul 24.00 WIB. Sehingga dipastikan tak ada pasangan calon independen yang bertarung pada pilgub nanti.

      Sedangkan di Pilwalkot Bandung dan Pilbup Bandung Barat, hanya akan diikuti masing-masing oleh 1 pasangan calon jalur perseorangan. Di Kota Bandung, hanya pasangan Dony M Kurnia-Yayat Rustandi yang memenuhi syarat administrasi untuk mengikuti Pilwalkot.

      Satu-satunya pasangan independen ini mengumpulkan berkas dukungan dengan jumlah 116.970 dukungan berupa fotocopy e-KTP, dari syarat yang ditetapkan minimal sebanyak 110.213 lembar. Sementara 2 pasangan calon lainnya, dinyatakan gugur, yakni pasangan Oktri Mohammad Firdaus-Dika Chrisna dan Silvariyadi-Ajat Sudrajat yang hanya bisa mengumpulkan dukungan sekitar 60.000-an.

      "Berdasarkan hasil rapat pleno, pasangan Dony Mulyana Kurnia- Yayat Rustandi memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke proses Penelitian Administrasi dan Faktual," ungkap Komisioner KPU Kota Bandung Suharti di Kantor KPU Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Sabtu (2/12/2017).

      Sedangkan di KBB, pasangan calon yang lolos yakni Raden Ikke Dewi Sartika dan Uben Yunara Dasa Priatna. Pasangan ini berhasil mengumpulkan dukungan sebanyak 83.605 lembar fotocopy e-KTP. Jumlah tersebut melebihi syarat yang dityetapkan sebanyak 76.409 lembar e-KTP. Dua pasangan calon lainnya dinyatakan tidak lolos verifikasi tahan pertama, yakni Masri Ers Mardjuki-Ahmad Adly Fairuz dan Zaenal Abidin-Asep Ridwan. Pasangan Zaenal-Asep Ridwan mengundurkan diri, sedangkan Masri-Adly gagal karena tidak bisa memenuhi berkas bukti dukungan minimal.

      "Masri dan Adly hanya dapat mengumpulkan 64.281 syarat dukungan, sedangkan Ikke dan Uben mendapat 83.605 syarat dukungan. "Yang memenuhi persyaratan hanya pasangan Ikke dan Uban. Sementara Masri dan Adly tidak lolos karena jumlah dukungannya kurang," kata Ketua KPU KBB Iing Nurdin.

      Sementara itu, Pilkada di Majalengka, Kota Cirebon, dan Kota Bekasi, dipastikan tidak diikuti pasangan calon independen. Dua bakal pasangan calon yang sempat mendaftar ke KPU Majalengka, yakni Ating Sudirman-Enther Nizar serta pasangan Rosyid-Tonton Patoni, tidak bisa memenuhi dukungan minimal 72.470 suara.

      Pasangan Ating Sudirman-Enther Nizar menyerahkan dukungan 73.906 suara, namun setelah diverifikasi, jumlahnya hanya tinggal 62.366 suara. Sedangkan pasangan Rosyid-Toton Patoni, jumlah dukungannya hanya 55.163 suara. "Jadi mereka dinyatakan tidak lolos," jelas Ketua KPU Kabupaten Majalengka Supriyatna.

      Pilwalkot Cirebon juga dipastikan tanpa calon perseorangan. Pasalnya, hingga batas waktu akhir penyerahan syarat dukungan, yakni 29 November 2017 pukul 24.00 WIB, tidak ada satupun calon yang mendaftar.

      "Kami sudah berinisiatif menghubungi para bakal calon, tetapi tidak ada yang mendaftar," terang Ketua KPU Kota Cirebon, Emirzal Hamdani.

      Pada Rabu (29/11/2017) sekitar pukul 20.00 WIB, sebenarnya ada satu pasangan yang datang untuk menyerahkan syarat dukungan, yakni Ahmad Sofyan. Namun, Ahmad Sofyan hanya membawa 11 ribu KTP, sedangkan syaratnya harus membawa minimal 23 ribuan suara. "Ahmad Sofyan memang datang. Tapi syarat dukungannya kurang," tandas Emirzal.

      Demikian pula dengan Pilwalkota Bekasi, tidak akan diikuti calon independen karena hingga batas waktu tidak ada yang mendaftarkan diri. Satu-satunya pihak yang sempat berkonsultasi maju sebagai kandidat independen atas nama Haikal dari unsur tokoh masyarakat dipastikan urung mendaftarkan diri untuk ikut Pilkada Kota Bekasi.

      "Sejak tahapan pendaftaran kandidat independen kita buka pada 25-30 November 2017, belum ada satupun yang mendaftar," kata Komisioner KPU Kota Bekasi Syafrudin, Jumat (1/12/2017). (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Survei eLSID,Uu Cawagub Pendamping Emil Terpopuler
      Asal dari Militer, Sudrajat tak Gentar Ikut Pilgub
      Ketum Golkar Ganti,Emil Harap Dukungan tak Berubah
      Anton Bentuk Posko-Posko Relawan di Jabar
      Demiz Besyukur Sudah Punya Cawagub
      Berita Terdahulu

      Editorial

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018