web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Gubernur Minta Semua Instansi Siaga Bencana
    net Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

    Gubernur Minta Semua Instansi Siaga Bencana

    • Sabtu, 2 Desember 2017 | 05:44:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Cirebon - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan semua instansi serta masyarakat harus siaga dalam mengantisipasi bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu, saat musim hujan seperti saat ini. Apalagi saat ini diperparah dengan adanya fenomena alam badan siklon tropis Dahlia.

    Karena itu, khususnya bagi semua instansi pemerintah di Jabar, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga ke desa/kelurahan, Aher secara khusus meminta untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melaksanakan tanggap darurat bencana. Pemprov Jabar sendiri secara resmi telah menyatakan Jabar dalam kondisi Siaga Bencana sejak 1 November lalu. Status siaga ini akan berlaku setidaknya hingga 31 Mei mendatang, namun bisa diperpanjang jika situasi bencana masih mengancam.

    "Semua harus pada posisi Siaga 1, yaitu kita harus melakukan deteksi dini sesuai dari informasi badan-badan terkait," kata Aher di Cirebon, Jumat (1/12/2017).

    Aher berharap dengan deteksi dini, semua sudah siaga dan siap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama menghindari jatuhnya korban jiwa.

    "Kalau sudah dideteksi, harus diantisipasi. Jika ada retakan, ada gejala bahwa daerah itu akan terjadi longsor, akan ada banjir, maka segara harus ada tindakan evakuasi masyarakat yang ada di kawasan sekitar," tandas Aher.

    Aher menambahkan, dalam status siaha ini, pemprov menyapkan ana cadangan bencana yang mencapai Rp75 miliar per tahun. Pihaknya belum berencana menambahkan anggaran bencana ini, karena dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya dana cadangan tersebut tidak pernah habis.

    "Dana tersebut tidak pernah habis dan setiap tahunnya sama, karena tidak habis ngapain ditambah. Paling banyak, kita menghabiskan setiap tahunnya sekitar Rp20 miliar-30 miliar," ungkap Aher.

    Imbauan serupa juga disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar . Namun BPBD meminta masyarakat tak perlu khawatir berlebihan menyikapi siklon tropis yang berpotensi menimbulkan badai tersebut.

    "Fenomena siklon tropis sejak mulai (siklon) Anggrek, Bakung, Cempaka, hingga Dahlia, jangan dijadikan sesuatu yang mengkhawatirkan selama ada kewaspadan," ujar Kepala BPBD Jabar Dicky Syaromi di Bandung, Jumat (1/12/2017).

    Dicky mengaku, sudah berkoordinasi dengan seluruh BPBD kabupaten/kota di Jabar untuk menyikapi dampak siklon Dahlia. Pihaknya telah menginstruksikan BPBD kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaannya. Bahkan, meminta seluruh posko bencana untuk bersiaga 24 jam penuh.

    "Hal ini sejalan dengan status siaga darurat banjir dan longsor yang berlaku sampai Mei (2017) nanti dan kita sudah kirim surat (imbauan) ke BPBD kabupaten/kota untuk mengantisipasi dampak siklon dahlia ini," ujarnya.

    Sementara itu, prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Jadi Hendarmin mengungkapkan, siklon Dahlia yang saat ini terjadi diprediksi akan meluruh dalam 1-2 hari ke depan.

    "Posisi (siklon Dahlia)-nya kini mulai menjauh dari Pulau Jawa menuju Samudera Hindia ke arah barat Australia. Prediksinya, (dampak) meluruh sehari dua hari ke depan," kata Jadi.

    Meski mulai menjauh, dampak siklon Dahlia berupa angin kencang tetap akan dirasakan masyarakat, khususnya masyarakat di kawasan selatan Jabar. Karena itu, masyarakat harus tetap waspada.

    "Kecepatan anginnya masih dalam kategori di atas 40 km per jam. Lebih dominan (terasa) di selatan Jabar, seperti Sukabumi dan Pangandaran," pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google