web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Meneladani Sikap Nabi Muhammad Saw

    Meneladani Sikap Nabi Muhammad Saw

    • Jumat, 1 Desember 2017 | 13:13:00 WIB
    • 0 Komentar

    JUMAT (1/12/2017) ini, seluruh umat muslim di dunia, termasuk di Indonesia memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Hari kelahiran Nabi terakhir yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal pada penanggalan Hijriah tersebut, tentu mempunyai makna mendalam bagi sekitar 1,4 miliar umat Islam di seluruh dunia.

    Maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi yang merupakan tradisi di masyarakat Islam setelah Nabi wafat, merupakan ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad saw yang lahir di Kota Mekkah dan wafat di Kota Madinah.

    Dari sejarahnya, saat pertama kali digelar pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193), peringatan Maulid Nabi ditujukan untuk membangkitkan kecintaan kepada Rasulullah, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu.

    Banyak cara dilakukan umat Islam di seluruh dunia dalam memperingati Maulid Nabi, seperti membacakan salawat, pengajian, hingga tablig akbar. Bahkan di sejumlah daerah di Indonesia, Maulid Nabi dirayakan dengan memadukannya budaya tradisional.

    Tentu saja, peringatan Maulid Nabi jangan hanya terhenti pada ritual semata. Rasa cinta kepada Nabi harus pula diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Satu hal terpenting yang harus dilakukan, yakni meneladani sikap, perilaku, akhlak, dan budi pekertinya. Bukan hanya diteladani, sunah Nabi tersebut harus dicontoh dan dilaksanakan setiap muslim.

    Dalam berbagai ayat Alquran, Allah SWT menyebutkan bahwa ketaatan kepada Allah Swt selalu beriringan dengan ketaatan kepada Rasulullah. Hal ini menunjukkan bahwa menaati Rasulullah haruslah total sebagaimana menaati Allah Swt.

    Implementasi taat dan patuh kepada Rasulullah tersebut dilakukan dengan mengikuti semua yang diperintahkan dan meninggalkan semua yang dilarangnya. Seperti firman Allah Swt, “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS Al-Hasyr [59]: 7).

    Salah satu yang patut diteladani dari sosok Nabi Muhammad Saw, khususnya bagi para pemimpin di Indonesia ini, yakni kesuksesan Rasulullah sebagai pemimpin. Rasul berhasil menjadi pemimpin agama dalam tugas sebagai Nabi. Rasul juga berhasil menjadi pemimpin negara ketika memimpin Madinah. Selain itu, Nabi Muhammad berhasil dalam menjalankan berbagai kepemimpinan lainnya, seperti memimpin perang, memimpin musyawarah, dan memimpin keluarga.

    Kepemimpinan Rasulullah pun sudah diakui dunia. Michael H Hart dalam bukunya The 100, menempatkan nama Nabi Muhammad dalam urutan teratas dari 100 tokoh dunia yang memiliki pengaruh paling besar dan kuat dalam sejarah manusia. Sikap dan perilaku Nabi Muhammad ini tentu sudah selayaknya dijadikan sebagai teladan terbaik bagi seluruh umat Islam di dunia. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Terkait


    Berita Lainnya


    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah
    Marhaban Ya Ramadan
    Gong Xi Fa Chai
    • Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selengkapnya..

      • 5 Februari 2019
    Tahun Baru, saatnya Evaluasi dan Intropeksi Diri
    Kebersamaan dalam Perbedaan

    Editorial



      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Manchester City 38 98
      2. Liverpool 38 97
      3. Chelsea 38 72
      4. Tottenham Hotspur 38 71
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 PS Tira Persikabo 10 20
      2 Bali United 9 19
      3 Madura United 8 17