web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Konsumsi Ikan di Jabar baru 27,7 Kg per Kapita
    net ilustrasi

    Konsumsi Ikan di Jabar baru 27,7 Kg per Kapita

    • Jumat, 1 Desember 2017 | 07:49:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar terus berupaya meningkatkan konsumsi ikan melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

    Pasalnya, konsumsi ikan masyarakat Jabar masih terbilang rendah, yakni hanya 27,7 kg per kapita per tahun. Jumlah ini terpaut jauh di bawah target nasional sebesa 47 kg per perkapita per tahun.

    Sekretaris‎ DKP Jabar Budiman mengungkapkan, faktor kurangnya konsumsi ikan masyarakat Jabar bukan karena harganya yang mahal, karena ikan merupakan komoditi yang terbilang terjangkau. Namun karena warga Jabar lebih senang memakan daging dibandingkan ikan.

    “Ikan itu sebetulnya satu komoditi yang terjangkau dari aspek harga, hanya memang masyarakat Jawa Barat ini pemakan daging. Jadi ikan harus terus disosialisasikan sebagai makanan yang sehat,” kata Budiman, Rabu (29/11/2017).

    Budiman menjelaskan, ada kendala lain yang menyebabkan masyarakat Jabar kurang gemar makan ikan, yakni masih berkembangnya mitos bahwa makan ikan berakibat pada keturunan.

    “Katanya ibu hamil tidak boleh makan ikan, nanti anaknya cacingan atau anak kecil nanti bisi buduk (penyakit kulit). Itu harus terus kita kikis dengan sosialisasi. Makanya gerakan (Gemarikan) ini terus kita lakukan mulai dari balita dengan memberikan makanan tambahan, terus ke masyarakat luas juga,” tandas Budiman.

    ‎Meski begitu, pihaknya tidak putus harapan dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Terlebih untuk kabupaten/kota dengan tingkat konsumsi ikan rendah serta beberapa daerah rawan pangan, seperti Cirebon, Ciamis, Cianjur, Bekasi, dan Banjar.

    Untuk menyiasati rendahnya tingkat konsumsi ikan tersebut, DKP melakukan modifikasi olahan ikan ‎yang dibuat sedemikian rupa agar lebih menarik terutama bagi anak-anak. Ikan tidak hanya dikonsumsim dalam bentuk utuh ikan, namun diolah seperti contohnya nugget ikan. "Itu salah satu bagian dari inovasi pengembangan olahan ikan,” pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemerintah Ajak Swasta Ikut Percepat Pembangunan
    Pemerintah Genjot Pembangunan Infrastruktur
    Bio Farma Jadwal Ulang Eskpor Vaksin Difteri
    PT SBL-BTN Syariah Gulirkan Dana Talang Umrah
    Vaksin Indonesia Dibutuhkan di Banyak Negara Islam
    Berita Terdahulu

    Editorial