web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Waspada Bencana, Pemerintah Siapkan Antisipasi
    net Pohon tumbang menimpa mobil di Cimahi

    Waspada Bencana, Pemerintah Siapkan Antisipasi

    • Jumat, 1 Desember 2017 | 06:56:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Badai siklon tropis Dahlia muncul di perairan Indonesia, tepatnya pada posisi 8.2 LS dan 100.8 BT atau 470 kilometer sebelah selatan Bengkulu.

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menggelar Rakor Tingkat Menteri (RTM) terkait bencana yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia serta cuaca ekstrem yang terjadi akibat siklon tropis Cempaka yang juga disusul dengan Siklon Tropis Dahlia.

    Sebelumnya, berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam siaran persnya Rabu malam, badai tersebut bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia. Siklon tropis Dahlia dikatan berdampak pada peningkatan hujan lebat, tinggi gelombang, angin kencang, maupun potensi kilat di beberapa wilayah di Indonesia.

    “Jadi dalam rapat ini kita bahas koordinasi antar instansi dan kesiapan dari setiap kementerian dan lembaga dalam mengantisipasi maupun menanggulangi bencana. Baik banjir, longsor maupun erupsi Gunung Agung Bali,” kata Puan, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017) lalu.

    Selain itu, Puan bersama Mendagri juga mengimbau kepada setiap kepala daerah untuk bisa mengantisipasi wilayahnya masing-masing terkait musim hujan yang intensitasnya tinggi.

    “Mengantisipasi banjir dan longsor yang terjadi bulan Desember, Januari, Februari, sudah kita siapkan, juga Mendagri akan mengimbau seluruh kepala daerah untuk bisa mengantisipasi wilayahnya masing-masing dalam rangka musim hujan yang sangat deras atau dengan tinggi intensitas,” kata Puan.

    Selain banjir dan longsor yang akan terjadi dalam waktu dekat, Puan juga memperkirakan akan terjadi musim kering di bulan Maret, April dan Mei. “Begitu juga tiga bulan selanjutnya, di mana diperkirakan akan terjadi musim kering dampak dari kebakaran pada musim kering juga sudah kita antisipasi pada rakor ini,” tuturnya.

    Diketahui, siklon tropis Cempaka yang berada di perairan Indonesia sejak Senin telah melemah mulai hari ini. Badai tersebut bergerak ke barat daya menjauhi Indonesia. Selain merenggut 19 nyawa di Pacitan, badai tropis Cempaka telah mengakibatkan banjir, longsor, dan puting beliung di 28 wilayah di Jawa serta Bali.

    Mensos Minta Semua Pihak Waspada

    Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah, membutuhkan kesiagaan tinggi oleh semua pihak. Para pemangku kepentingan diharapkan meningkatkan komunikasi dan koordinasi.

    “Bisa dengan melibatkan masyarakat, misalnya dengan radio komunitas, atau orari. Dengan radio komunitas, bisa saling menyuarakan himbauan dan seruan agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan antisipasi,” kata Khofifah di Jakarta, Kamis (30/11/2017).

    Mensos juga menyampaikan rencananya untuk berkunjung ke lokasi bencana di Pacitan, sekaligus memberikan santunan kepada keluarga korban bencana.

    Kementerian Sosial sendiri yang berada di bawah koordinasi Kemenko PMK sudah menggelar kesiagaan nasional terkait datangnya musim penghujan yang terkadang disertai cuaca ekstrim. Salah satu langkahnya adalah dengan memetakan kesiapan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

    Pemetaan ini penting. Sebab, tidak semua korban di kawasan bencana menerima semua layanan darurat yang dibutuhkan. Misalnya, kebutuhan akan terapi psikologis karena trauma.

    “Ya kalau pada daerah bencana ini dekat dengan perguruan tinggi yang memiliki fakultas psikologi. Kalau tidak? Nah di sinilah pentingnya keberadaan Tagana yang ahli dalam Layanan Dukungan Psikososial (LDP),” kata Mensos.

    Tagana sendiri memiliki spesifikasi keahlian di bidang masing-masing. Ada yang ahli dalam pembuatan shelter, dapur umum, juga ada yang ahli dalam Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Saat ini, Kemensos memiliki 7.150 Tagana dengan kemampuan LDP.

    Untuk daerah yang rawan bencana, Kemensos sudah menyiapkan Kampung Siaga Bencana (KSB). Konsep KSB adalah menyiapkan warga di kawasan yang rawan bencana itu, sehingga siap bila sewaktu-waktu situasi darurat tiba.

    Kini sudah ada 520 Tagana yang bertindak sebagai tutor, yang melatih warga setempat agar mampu dan tanggap terhadap datangnya bencana. “Satu orang Tagana melatih 3-40 orang warga KSB,” kata Mensos. Tak lupa, Mensos juga menyebut, penanganan bencana melibatkan TNI/Polri dan unsur-unsur lain termasuk dari masyarakat.

    Terkait berbagai macam bencana, khususnya terkait dampak Siklon Tropis Cempaka yang sebagian besar melanda wilayah pantai selatan Jawa, Mensos melihat kesiapan logistik untuk korban, penting diperhatikan.

    Mensos meminta dengan sangat agar kepala daerah yang daerahnya terdampak siklon tropis, agar segera menerbitkan SK Darurat Bencana. Agar dengan demikian, bantuan beras bisa segera sampai ke masyarakat korban bencana.

    “Supaya kebutuhan logistik masyarakat tidak terlambat sampai ke tangan korban bencana,” katanya. Menurut Khofifah, bupati/wali kota bisa mengeluarkan cadangan beras pemerintah (cbp) sebanyak 100 ton. Kalau beras itu habis terpakai, gubenur bisa mengeluarkan 200 ton beras.

    Bila jatah itu juyga sudah terpakai, tidak usah khawatir, Kemensos masih memiliki stok sebanyak 278.000 ton. “Nanti bila cadangan di daerah sudah terpakai, bisa diambil dari cadangan pemerintah pusat,” katanya.

    Mensos mencontohkan Gubenur Jawa Barat yang sudah menerbitkan SK Siaga Darurat Bencana. “Dengan SK tersebut menjadi payung hukum bila sewaktu-waktu dibutuhkan deploy logistik untuk koban bencana,” kata Mensos.

    Terhadap kawasan yang terdampak Siklon Tropis Cempaka, Kemensos juga membangun dapur umum lapangan (dumlap) pada tujuh kabupaten/kota, termasuk menyiagakan 11 mobil dumlap. Di Jawa Timur, Tagana sudah digerakkan ke sejumlah lokasi terdampak bencana. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google