web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pemerintah Bantu Penyandang Disabilitas Berat
    net

    Pemerintah Bantu Penyandang Disabilitas Berat

    • Jumat, 1 Desember 2017 | 06:33:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Perhatian pemerintah untuk penyaluran bantuan sosial non-tunai melalui program Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar (ASLUT) dan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB) terus dilakukan.

    "Kami akan terus melakukan pendampingan agar program ini bisa berjalan maksimal dan sesuai harapan," ucap Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Tb Achmad Choesni saat menggelar rapat koordinasi lanjutan terkait perkembangan terkini penyaluran Program ASLUT dan ASPDB, Jakarta Rabu (29/11) lalu.

    Choesni mengatakan, fakir miskin penyandang disibiltas dan lansia terlantar didata untuk program percepatan penanggulangan kemiskinan. Karena itu, tambahnya, Kemenko PMK menginginkan adanya keselarasan data yang tepat agar penyaluran bantuan tersebut bisa tepat sasaran.

    ASPDB diberikan kepada 22.500 penyandang disabilitas berat yang masing-masing akan menerima Rp300 ribu per bulan bulan di 34 provinsi, 366 kabupaten/kota, dan 4.407 kecamatan. "Kriteria penerima ASPDB adalah penyandang disabilitas berat berusia 2 hingga 59 tahun, disabilitasnya tidak dapat direhabilitasi, dan hidup bersama keluarga miskin," jelas Choesni.

    Direktorat Lansia Kemensos melaporkan, ASLUT untuk tahap I dan II (bulan April dan Agustus) sudah dicairkan, kecuali untuk Sidoarjo di Jawa Timur yang belum. Pencairan ASLUT tahap III (bulan desember) sedang dalam proses dan kemungkinan dapat dicairkan pada minggu pertama atau kedua bulan Desember. Kemensos merencanakan jika ASLUT dapat seluruhnya dicairkan pada pertengahan Desember 2017 mendatang.

    ASPDB tahap I sebenarnya sudah dicairkan tetapi belum banyak tersalur kepada para penerima manfaat karena terkendala kondisi geografis dan biasanya adalah jauhnya jarak bank dengan rumah penerima manfaat. ASPDB tahap II dan III rencananya akan disalurkan sekaligus mengingat untuk Tahap II diajukan sejak 29 Oktober 2017 dan tahap III pada 24 november 2017.

    Choesni melihat, kendala lain juga terlihat pada kartu BNI VA Debit yang dapat digunakan untuk mencairkan bantuan itu, terkadang mengalami error akibat kegagalan sistem. Sementara BNI sendiri mengakui bahwa dana bantuan non tunai ASPDB sudah masuk sebesar 90 persen dan siap disalurkan. “Jika terjadi error kartu, BNI harus bisa menyiapkan banyak persediaan untuk mengganti kartu yang error tadi,” ungkap Choesni. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google