web stats service from statcounter

Hot News


  • Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe
    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe
    • 16 September 2019 | 16:13:00 WIB

    RIDWAN Kamil menanggapi serius petisi penandatanganan secara online di website change.org meminta agar BIJB Kertajati diganti namanya menjadi BJ Habibie.

Inspirasi


    KONI Jabar Klaim Mengetahui Kekuatan Provinsi Lain

    KONI Jabar Klaim Mengetahui Kekuatan Provinsi Lain

    JuaraNews, Bandung - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat terus berbenah untuk mencapai target Jabar Kahiji di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Jabar Kahiji menjadi salah satu sukses dari catur sukses yang dicanangkan sebagai tuan rumah PON XIX/2016.

    Jabar Kahiji yakni pencapaian sukses prestasi dari keempat sukses yang dicanangkan. Dengan kata lain, Jabar Kahiji menjadi target Jabar sebagai tuan rumah PON XIX/2016 dengan merebut titel juara umum. Dan pencapaian tersebut menjadi tanggung jawab KONI Jabar sebagai induk organisasi olahraga prestasi di Provinsi Jawa Barat.

    Untuk itu, KONI Jabar pun berbenah dan mempersiapkan atlet-atlet terpilih dari setiap cabang olahraga untuk mencapai target Jabar Kahiji. Salah satu persiapan mencapai Jabar Kahiji, KONI Jabar pun membentuk satuan pelaksana dengan nama Satlak Patriot Emas yang dipimpin Verdia Yosef.

    "Satlak Patriot EMas dibentuk 2015 yang bertujuan melakukan identifikasi, pemetaan, hingga kemungkinan atlet yang akan turun di PON XIX pada September 2016 mendatang. Jadi tidak hanya mempersiapakan atlet kita, tapi juga mengukur kekuatan lawan," ujar Dansatlak Patriot Emas, Verdia Yosef kepada wartawan, Kamis (5/3/2015).

    Saat ini, lanjutnya, Satlak Patriot Emas pun sudah mulai memetakan kekuatan setiap daerah yang akan turun di PON XIX/2016. Termasuk mengukur kekuatan sendiri yakni para atlet Jabar.

    "Kita lakukan identifikasi secara makro dan mikro. Diawali dengan hasil pada PON XVIII/2012 silam di Provinsi Riau. Tak hanya itu, kita pun melakukan kajian-kajian dari hasil kejuaraan nasional hingga SEA Games," terangnya.

    Dari hasil tersebjut, diperoleh fakta jika hampir setengahnya peraih emas, perak dan perunggu di PON XVIII tidak bisa lagi bermain di PON XIX pada 2016 mendatang. Pasalnya, mereka terbentur dengan pembatasan usia, atau pindah profesi menjadi pelatih.

    "Termasuk atlet Jabar. Dari perhitungan kita, untuk meraih gelar juara umum minimal harus meraih 20 persen medali emas dari total yang diperebutkan yakni 755 medali emas," tambahnya.

    Dengan identifikasi dan pemetaan yang dilakukan, Yosef pun mengklaim jika pihaknya sudah mengetahui kekuatan setiap daerah yang akan berpartisipasi di ajang multieven olahraga empat tahunan tingkat nasional tersebut. Bahkan pihaknya sudah memprediksi jumlah atlet serta siapa saja atlet unggulan dari setiap provinsi.

    "Jadi secara hitungan di atas kertas, sangat memungkinkan Jabar bisa menjadi juara umum. Dan untuk itu, kita pun sudah menyiapkan program inovasi peningkatan prestasi atlet Jabar untuk mengamankan peluang tersebut. Termasuk menyiapkan berbagai antisipasi jika ada kemungkinan permasalahan muncul saat gelaran PON XIX," tandasnya. (*)

    Oleh: ageng rustandi / ang

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe
    Mahasiswa Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Jokowi
    Gudang Brimob Jateng Meledak
    Irjen Firli Bahuri Terpilih jadi Ketua Baru KPK
    Emil Raih IDC Digital Transformation Awards 2019

    Editorial