web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Pemkot Gandeng Swedia Kerjasama Tansportasi Massal
    net Wali Kota Bandung Ridwan Kamil

    Pemkot Gandeng Swedia Kerjasama Tansportasi Massal

    • Kamis, 30 November 2017 | 07:53:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pemkot Bandung dan Pemerintah Swedia bersepakat melakukan kerja sama di bidang transportasi massal yang diharapkan jadi solusi mengatasi kemacetan di Kota Bandung.

    Sebanyak 6 perusahaan multinasional asal Swedia, yakni ABB, Bombardier, Scania, SKF, Transiro, dan Volvo mengirimkan delegasinya untuk bertemu dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum Kota Bandung, Rabu (29/11/2017).

    Kehadiran para delegasi yang dipimpin Kepala Bidang Perdagangan dan Promosi Kedutaan Besar Swedia untuk Indonesia Robert Lejon tersebut dalam rangka bagian dari Sustainable Urban Transport and Smart City Roadshow to Indonesia.

    Emil pun menyambut baik kedatangan para pebisnis itu. Menurutnya, dengan hadirnya para pebisnis tersebut, bisa memperkuat negosiasi untuk menghadirkan sistem transportasi massal terbaru yang diharapkan bisa menyelesaikan persoalan mobilisasi di Kota Bandung.

    Emil mengatakan, Pemkot Bandung telah mengupayakan berbagai cara untuk mengatasi kemacetan. Mulai dari merancang kota baru di Bandung Teknopolis untuk mengurai mobilitas warga sehingga tidak terkonsentrasi di pusat kota. Juga perbaikan berbagai infrastruktur kota.

    "Trotoar juga diperbaiki supaya jarak dekat orang jalan kaki nggak naik mobil motor. Ada sepeda sewa bike sharing. Cikal bakal skywalk supaya orang bisa jalan kaki tanpa ketemu mobil sudah dilakukan," ujar Emil seusai pertemuan di Pendopo Kota Bandung.

    Namun Emil mengakui hal itu belum cukup jika belum disertai dengan penambahan moda dan sistem transportasi massal yang memadai. Salah satu kendalanya, yakni dari segi pembiayaan. Pemkota Bandung memiliki keterbatasan APBD sehingga tidak bisa membiayai sendiri program tersebut.

    "Jadi kalau Bandung hari ini kendala kemacetan itu masih terasa, karena memang kita nggak punya dana. Tapi kami tidak ingin menyerah," ucapnya.

    Karena itu, Emil terus mengupayakan agar investasi swasta untuk pengadaan transportasi publik bisa segera diwujudkkan. Dia pun meminta kepada para pengusaha Swedia agar tidak hanya menawarkan produk, tapi juga skema bisnis yang bisa dijalankan melalui skema Public Private Partnership (PPP).

    "Kepada grup Swedia yang bawa teknologi bus, kereta, dan lain-lain itu, saya titip harus bawa dengan (skema) PPP-nya. Supaya jangan jualan produknya aja, harus bawa dengan investasinya. Karena tanpa investasi sampai kapanpun pasti kami tidak akan sanggup," tandas Emil. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dishub Kota Bandung Temukan 5 Bus Tak Laik Jalan
    BKPP Monitor Kinerja ASN Selama Ramadan
    Cicendo Kini Jadi Kawasan Ekonomis nan Asri
    Deni Juanedi Ikhlas Disanksi oleh Bandung Zoo
    Pemkot Bandung Kerja Sama dengan Sejumlah Lembaga
    Berita Terdahulu

    Info Kota

    Pilwalkot Bandung 2018

    Editorial

    • Marhaban Ya Ramadan
      Marhaban Ya Ramadan

      DATANGNYA bulan suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini.