web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Kader Golkar Jabar Desak Digelarnya Munaslub
    net Ketum Golkar Setya Novanto saat diperiksa KPK

    Kader Golkar Jabar Desak Digelarnya Munaslub

    • Rabu, 29 November 2017 | 08:04:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Desakan untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, semakin menguat. Para kader Golkar di Jabar, juga menyuarakan desakan tersebut.

    Tri Karya Jawa Barat, yang terdiri atas organisasi sayap Partai Golkar, yakni MKGR, Kosgoro 1957, dan Soksi Jabar, mendesak DPP Golkar menggelar munaslub untuk menentukan ketua umum baru menggantikan Setya Novanto yang menjadi tersangka kasus korupsi KTP elektronik.

    Ketua Ketua Soksi Jabar ‎Yod Mintaraga, mengatakan ketua umum Golkar harus segera ditentukan karena sebentar lagi akan digelar Pilkada Serentak 2018, Pileg, dan Pilpres 2019. Jika harus menunggu praperadilan yang diajukan Sernov, dikhawatirkan akan berpengaruh buruk pada persiapan Pilgub Jabar yang tinggal beberapa bulan lagi.

    "Melalui DPD Partai Golkar Jabar, kami mendorong untuk segera dilaksanakan musyawarah nasional luar biasa. Karena kita segera menghadapi Pilkada, Pileg, dan Pilpres," kata Yod didampingi Ketua Kosgoro 1957 Jabar Phinera Wijaya dan Ketua MKGR Jabar Rahmat Sulaema di Kantor DPP Partai Golkar Jabar, Senin (27/11)., Senin (28/11/2017).

    Jika posisi ketua umum belum juga ditentukan dalam waktu dekat, katanya, dikhawatirkan surat rekomendasi dukungan untuk calon bupati, wali kota, atau gubernur, sulit untuk diterbitkan. Hal ini pun akan berpengaruh pada upaya pemenangan pilkada serentak tersebut.

    Munaslub ini, menurut Yod, merupakan upaya untuk mengembalikan elektabilitas Partai Golkar yang awalnya 18 persen menjadi 17 persen. "Hampir semua DPD dan DPP berdasarkan sejumlah pertemuan, setuju ada munaslub," katanya.

    Jaba pun, siap menjadi tuan rumah musdalub tersebut. Bahkan, pihaknya siap dijadikan panitia penyelenggaraan musdalub tersebut, karena bertujuan untuk memperbaiki kondisi partai.

    Dalam kesempatan tersebut, para ketua Tri Karya ini setuju jika Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi menjadi calon Ketua Umum Partai Golkar. Dedi dinilai merupakan kader terbaik Partai Golkar yang mampu meningkatkan elektabilitas partainya di Jabar.

    "Faktanya memang Dedi Mulyadi bisa meningkatkan elektabilitas partai di Jawa Barat yang penduduknya terbanyak di Indonesia. Kalau jadi ketua umum, alhamdulillah," katanya.

    Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD II Partai Golkar Aat Safaat Hodijat membuat sebuah petisi di laman Change.org untuk mendesak Partai Golkar segera melakukan Munaslub untuk memilih ketua umum yang baru.

    "Petisi ini saya buat untuk merespons dinamika di Partai Golkar yang terjadi sekarang akibat dari persoalan hukum yang sedang menimpa ketua umum," ujarAat Safaat Hodijat di Gedung DPD II Partai Golkar Kota Bandung, Selasa (28/11/2017).

    Ia mengaku petisi tersebut telah disetujui oleh 15 ribu netizen. "Berarti, masyarakat berharap sekali bahwa ada perubahan di dalam Partai Golkar," ujar Aat Safaat Hodijat.

    Menurutnya, elektabilitas Golkar kian menurun sejak isu tersangkutnya ketua umum Golkar dalam kasus e-KTP.

    Sebelumnya, Aat Safaat Hodijat juga membuat petisi daring di Change.org untuk menolak pengusungan yang dilakukan oleh Partai Golkar terhadap pasangan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien. Alasannya, Partai Golkar mengkhianati perjuangan kadernya sendiri yang juga ingin berkompetisi di Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi.

    Menurut Aat, Dedi Mulyadi sendiri berpeluang kembali menjadi cagub dari Golkar pada Pilgub Jabar 2018 cukup terbuka, jika Munaslub Golkar digelar dan Setnov diganti dari jabatannya sebagai ketua umum.

    “Bisa saja dibahas (pergantian pengusungan Cagub di munaslub), karena belum menjadi keputusan mengikat sebelum didaftarkan ke KPU. Bisa saja dievaluasi, bisa saja tidak, tergantung kepemimpinan yang baru nanti menyikapi persoalan cagub ini,” ujar Aat. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google