web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    RI-RRT Kerja Sama Sains, Teknologi, dan Inovasi
    istimewa/humas kemenko pmk

    RI-RRT Kerja Sama Sains, Teknologi, dan Inovasi

    • Rabu, 29 November 2017 | 05:02:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Rencana aksi kerja sama Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di bidang sains, teknologi, dan inovasi (STI) resmi diluncurkan, Senin (27/11/217)

    Peluncuran disaksikan langsung Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir bersama Wakil Perdana Menteri RRT Liu Yandong serta Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK Agus Sartono dalam forum kerja sama bidang Sains, Teknologi, dan Inovasi Indonesia-Tiongkok yang diselenggarakan di Gedung Kemristekdikti, Jakarta, Senin (27/11) pagi.

    Rencana aksi kerja sama bidang STI yang akan dijalankan selama 3 tahun (2018-2020) itu ditandatangani Menristekdikti Mohamad Nasir dan Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi RRT Wang Zhigang.

    Agus Sartono yang pada kesempatan ini mewakili Menko PMK Puan Maharani mengatakan, bahwa era globalisasi saat ini, negara yang didukung oleh kemajuan sains, teknologi, dan inovasi, akan memiliki kekuatan perekonomian nasional yang berdaya saing tinggi.

    Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia, merupakan langkah strategis yang diperlukan guna memberikan kemajuan sains, teknologi dan inovasi pada sebuah negara. "Indonesia mengundang mitra internasional, termasuk RRT sebagai mitra strategis dalam bekerja sama untuk meningkatkan kapasitas sains, teknologi, dan inovasi", jelas Agus.

    Menurutnya, melalui forum kerjasama bidang STI Indonesia dan Tiongkok ini, para ilmuwan Indonesia dan Tiongkok harus dapat meningkatkan kerja sama di masa depan, mengingat kedua negara diuntungkan dengan pesatnya pertumbuhan populasi muda di negara masing-masing. Untuk itu, diharapkan forum ini dapat dilaksanakan dua tahun sekali sebagai sarana untuk menampilkan kemajuan dan keberhasilan yang dicapai dari kerjasama bilateral.

    Agus juga menilai bahwa kerjasama Indonesia-Tiongkok merupakan suatu kolaborasi strategis. Kolaborasi ini tentunya dapat diprioritaskan pada penggunaan sains dan teknologi terapan di bidang pertanian, perikanan, industri pengolahan, energi, teknologi informasi dan komunikasi, dan lain sebagainya.

    "Kerja sama Indonesia-Tiongkok, diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada ke 2 (dua) Negara, dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi," ujarnya.

    Beberapa contoh kerja sama Indonesia-Tiongkok dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi yang telah dan sedang dilakukan saat ini, diantaranya adalah laboratorium bersama bio-teknologi, laboratorium bersama Reaktor Gas Temperatur Tinggi, dan pusat transfer teknologi Indonesia-Tiongkok.

    Wakil Perdana Menteri RRT Liu Yandong menyatakan sepenuhnya mendukung inisiatif baru yang akan dilakukan, yaitu Science Techno Park, Pengembangan Konstruksi Pelabuhan, serta aboratorium Bersama untuk Pencegahan dan Mitigasi Bencana.

    "Saya sangat mengapresiasi atas Rencana Aksi 2018-2020 tentang Kerjasama Sains, Teknologi dan Inovasi antara Indonesia dan Tiongkok ini," kata Liu Yandong.

    Liu Yandong pun turut mengharapkan kerja sama di bidang STI ini akan bermanfaat bagi kedua negara dan juga dunia.

    Sementara itu, Menristekdikti Mohamad Nasir meyakini bahwa dengan memperkuat kolaborasi dalam bidang Iptekin dan Dikti antara Indonesia dan Tiongkok, sebagai Negara dengan jumlah penduduk terbesar pertama dan ke empat di dunia, kedua Negara akan dapat menjadi pioneer dalam pengembangan iptek dan inovasi dunia.

    "Saya meyakini kontribusi kerjasama IPTEKIN Indonesia dan Tiongkok ini akan membawa manfaat bagi peningkatan pembangunan maupun kehidupan kualitas masyarakat tidak hanya bagi kedua Negara, tetapi juga untuk dunia," jelas Nasir. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google