web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Kemenko PMK Dorong Peduli Disabilitas
    net ilustrasi

    Peringatan HDI 2017

    Kemenko PMK Dorong Peduli Disabilitas

    • Rabu, 29 November 2017 | 05:00:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Jelang puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang diperingati setiap 3 Desember, Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia Kemenko PMK, menggelar seminar yang mengambil topik sama dengan tema HDI 2017 di Indonesia yaitu 'Menuju Masyarakat Inklusi, Tangguh, dan Berkelanjutan'.

    Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK Tb Achmad Choesni mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulain dan kepekaan terhadap penyandang disabilitas.

    Hadir dalam seminar antara lain perwakilan K/L, dinas sosial daerah, dan para pengurus organisasi disabilitas. Nara sumber dari Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta, Pusat Layanan Disabilitas Universitas Pamulang, dan Instruktur Bahasa Isyarat untuk Disabilitas rungu.

    Choesni dalam sambutan pembukaannya,menjelaskan bahwa di seluruh dunia termasuk di Indonesia, para penyandang disabilitas menghadapi hambatan fisik, sosial, ekonomi dan sikap yang menjadi halangan bagi mereka untuk berpartisipasi penuh dan efektif sebagai anggota masyarakat yang setara.

    Mereka kurang memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dasar, seperti pendidikan, pekerjaan, kesehatan, sistem dukungan sosial dan hukum. Padahal para penyandang disabilitas berhak untuk hidup maju dan berkembang secara adil dan bermartabat tanpa pembatasan.

    "Sebagai instrumen hak asasi manusia dengan penegasan eksplisit, dimensi pembangunan untuk mewujudkan kesetaraan maka partisipasi bagi penyandang disabilitas harus disertakan dalam semua proses pembangunan," ujar Choesni.

    Komitmen pemerintah, menurut Choesni, adalah tetap konsisten untuk senantiasa fokus pada harmonisasi kebijakan mengenai disabilitas ke depan.

    Salah satu wujud komitmen itu antara lain dengan telah disahkannya Convention on The Rights of Persons With Disabilites (CRPD) menjadi UU No 19/2011 tentang Pengesahan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, pada tanggal 30 November 2011. Kemudian adanya harmonisasi UU No 4 /1997 tentang Penyandang Cacat melalui penyusunan Rancangan Undang-Undang Penyandang Disabilitas yang diarahkan untuk memenuhi nuansa Right Based pada pasal-pasalnya.

    "Indonesia telah menjadi bagian dari masyarakat dunia yang berkomitmen tinggi melalui yuridis formal agar mengambil segala upaya untuk mewujudkan secara optimal segala bentuk nilai kehormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas sebagaimana yang tercantum dalam konvensi,” papar Choesni.

    Peringatan HDI 2017 bagi Choesni adalah momentum untuk membangkitkan kesadaran dan memobilisasi dukungan atas isu krusial mengenai inklusivitas disabilitas dalam masyarakat dan pembangunan.

    Di Indonesia, HDI dimaknai sebagai bentuk pengakuan terhadap disabilitas, peneguhan komitmen seluruh bangsa, dan membangun kepedulian guna mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan disabilitas.

    “Bukti dan pengalaman menunjukkan bahwa ketika masyarakat inklusif diwujudkan, para penyandang disabilitas dapat diberdayakan untuk berpartisipasi dan terlibat aktif dalam proses pembangunan,” ungkap Choesni. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Menko PMK Minta Penyusunan Buku Dicek dan Ricek
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google