web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Ada Pelanggaran Pilkada, Lapor ke Gakkumdu
    net

    Ada Pelanggaran Pilkada, Lapor ke Gakkumdu

    • Rabu, 29 November 2017 | 04:29:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandung meluncurkan sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) untuk mengadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar dan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2018 di Hotel West Point, Jalan Garuda, Senin (27/11/2017).

    Ketua Panwas Kota Bandung Farhatun Fauziah menjelaskan, Gakkumdu sebagai bentuk dari turunan instruksi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang telah melakukan MoU sebagai amanah UU No 7 tahun 2017.

    "Kami ini ada 3 institusi di dalamnya, seperti panwas, kejaksaan negeri, dan kepolisian. Nanti, sentra Gakkumdu ini tugasnya menerima laporan dari masyarakat atau temuan dari penyelenggara baik oleh Panwas kota atau kecamatan," ungkap Farhatun.

    Tim Sentra Gakkumdu ini beranggotakan 15 orang yang terdiri atas 5 orang dari unsur dari kepolisian, 6 dari panwas, dan 4 kejaksaan. Tim sentra Gakkumdu akan menggodog tiap temuan pelanggaran pemilihan, termasuk laporan masyarakat.

    "Kami 24 jam menerima seluruh laporan. Orang dari kejaksaan memang sedikit karena kejaksaan itu hanya menerima jadi hasil dari olahan penyidikan. Lalu, kepolisian dibutuhkan banyak karena khawatir dobel trek pilkada, yakni di gubernur dan wali kota," paparnya.

    Kewenangan sentra Gakkumdu ini yakni menentukan apakah pelanggaran dalam penyelenggaraan pilkada masuk dalam kategori pidana atau administratif. Jika ternyata pelanggaran pidana, perkara akan diserahkan ke pihak kepolisian. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Wali Kota Bandung Terpilih Dilantik 20 September
    Hasil Quick Count, Oded-Yana Menang 51,4%
    Ini Dia Data dan Fakta Pilwalkot Bandung 2018
    Debat Kedua Pilwalkot Bandung Digelar Malam Ini
    Ini Paparan Visi-Misi Cawalkot pada Debat Publik
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google