web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Aplikasi Smart City Dihibahkan Lagi ke 5 Daerah
    net

    Aplikasi Smart City Dihibahkan Lagi ke 5 Daerah

    • Selasa, 28 November 2017 | 05:12:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pemkot Bandung kembali menghibahkan aplikasi Smart City ke sejumlah kota/kabupaten di Indonesia.

    Setelah sebelumnya resmi digunakan oleh 52 kota/kabupaten, kali ini aplikasi Smart City bakal digunakan oleh 5 daerah lainnya. Kelima daerah tersebut, yakni Kota Pematang Siantar (Sumatera Utara), Kabupaten Tono Una-Una (Sulawesi Tengah), Kabupaten Blitar (Jawa Timur), Kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan), dan Kabupaten Bulangan (Kalimantan Selatan).

    "Berarti sudah ada 57 daerah yang mendapat hibah aplikasi Smart City (dari Kota Bandung)," kata Emil seusai penandatanganan MoU hibah Smart City bersama 5 kota/kabupaten di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum Kota Bandung, Senin (27/11/2017).


    Emil mengungkapkan, kerja sama ini dilandasi oleh pesan dari KPK agar Pemkot Kota Bandung menghibahkan aplikasi Smart City ke berbagai daerah, khususnya di Jawa Barat dan umumnya di seluruh Indonesia.

    “Ternyata berita KPK untuk mengajak ke daerah-daerah memperbaiki sistem kepemerintahan se-Jawa Barat beredar kemana-mana, sehingga beberapa smart city software khusus internal kita, kita hibahkan kepada mereka,” ucap Emil.

    Aplikasi yang dihibahkan antara lain Elektronik Remunerasi Kinerja (E-RK), Sabilulungan, dan Perizinan Online.  E-RK, Perizinan Online, dan Sabilulungan menjadi aplikasi yang menurut Emil penting untuk dimiliki pemerintah daerah di Indonesia.

    Pasalnya, aplikasi tersebut bisa meminimalisir terjadinya tindak korupsi oleh PNS dan masyarakat. Selain itu, penghematan dana juga menjadi alasan tiga aplikasi tersebut harus berada dalam sistem kepemerintahan.

    Dengan adanya aplikasi tersebut, kata Emil, Pemkot Bandung berhasil menghemat miliaran rupiah. "Kurangi kata kompetisi (antar kabupaten kota), perbanyak kolaborasi. Intinya mah itu," jelasnya.

    Emil mengingatkan, harus ada kesiapan dari sumberdaya manusianya memadai untuk menjalankan smart city software ini, agar lebih efektif. “SDM nya harus siap, supaya Smart City tidak hanya retorika. Untuk itu, pemimpin daerahnya harus turun ke lapang,” tandasnya.

    Emil berharap aplikasi ini bermanfaat bagi daerah lain sehingga sistem pemerintahannya semakin maju. “Mudah-mudahan aja ini bermanfaat, karena maju bersama-sama lebih seru daripada maju sendirian,” pungkasnya Emil. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Deklarasi, Rio Wilantara Siap Satukan KNPI Jabar
    Stok Pangan Aman hingga Akhir Tahun
    Warga Tamansari Dipersilakan Gugat Pemkot ke PTUN
    2.000 Personil Siap Amankan Tahun Baru di Bandung
    Emil Janji Tuntaskan Tugas Wali Kota Tahun Depan
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018