web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Tabrakan di Cipularang, Ajudan Sekda Cimahi Tewas
    net Mobil Sekda Cimahi ringsek pada bagian depan

    Tabrakan di Cipularang, Ajudan Sekda Cimahi Tewas

    • Sabtu, 25 November 2017 | 21:35:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Purwakarta - Kecelakaan maut kembali terjadi di Ruas Tol Cipularang. Kali ini, tabrakan terjadi di KM 96+200 tepatnya di Kampung Gunung Hejo, Kecamatan Darandan, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (25/11/2017) dini hari, yang merenggut nyawa ajudan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Muhamad Yani, Ujang Hasan Basri (43).

    Kecelakaan melibatkan mobil minibus jenis Nissan X Trail pelat merah D 6 T milik Pemkot Cimahi dengan sebuah mobil truk terjadi sekitar 03.00 WIB. Diduga kecelakaan tejadi akibat sopir Sekda, Anjar Priatana (37) mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan arah kendaaraan saat mencoba menyalip truk yang identitasnya tidak diketahui karena langsung melarikan diri seusai kecelakaan.

    Kecelakaan berawal saat Nissan X-Trail melaku kencang di jalur A arah Jakarta menuju Bandung. Basri dan Anjar berangkat ke Jakarta untuk menjemput Muhammad Yani di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng Jakarta. Setibanya di lokasi kejadian, mobil menabrak bagian belakang kendaraan yang diduga truk yang melaju dari arah sama di depannya.

    Akibatnya terjadi benturan cukup keras. Anjar dan Muhamad Yani mengalami luka-luka, kemudian dibawa ke RS MH Thamrin Purwakarta, selanjutnya dirujuk ke RSUD Cibabat, Kota Cimahi. Sementara Basri tewas di tempat kejadian. Saat kejadian, Basri selaku ajudan yang duduk di kursi depan, sedangkan Muhammad Yani di kursi belakang.

    "Dipastikan yang meninggal bukan Pak Sekda, satu orang meninggal dunia," ujar Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Rizki Syawaludin di Purwakarta.

    Kendaraan pelat merah tersebut rusak parah pada bagian depan sebelah kiri atau tepat di depan kursi depan penumpang yang ditempati Basri. Bangkai mobil dinas itu sendiri sudah diderek ke Cimahi.

    Muhammad Yani sendiri seusai kecelakaan dirawat di RSUD Cibabat. Direktur RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi mengatakan, Yani mengalami shock dan harus istirahat di ruang ICU RSUD Cibabat.

    "Benturannya hanya ada di dada kiri. Waktu (kejadian) benturan, beliau sedang tiduran. Beliau duduk di kursi kedua. Namun sakit di dadanya sudah mulai berkurang. (Muhamad Yani) dirawat hanya karena ingin istirahat (shock)," ujar Trias di RSUD Cibabat, Sabtu (25/11/2017).

    Namun kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan dan diperbolehkan pulang hari itu juga. Yani dalam kondisi stabil dan hanya memerlukan istirahat sejenak untuk menghilangkan syok.
    Tidak ada perawatan khusus yang dilakukan pihak RSUD Cimahi kepada Yani. Pihak rumah sakit hanya memberikan infus kepada Yani. "Cuma dikasih infus. kan biasanya orang yang sedang shock tidak mau makan. Yaa makananya dari infus," ujar Trias.

    Sementara itu, Anjar masih dalam keadaan kritis karena mengalami luka di bagian pelipis. Saat ini, kondisi Anjar dirawar di ruang ICU. "Waktu kejadian ada benturan di pelipis kanan dan kiri. Beliau sadar saat dibawa ke RS Cibabat," ujar Trias.

    Basri sendiri, berdasarkan autopsi, meninggal dunia karena mengalami luka parah karena benturan pada bagian leher. Saat ini jenazah korban sudah dipulangkan ke keluarganya
    "Saat dimandikan, saya lihat itu lukanya tidak banyak, hanya memar di bagian leher. Saya menduga benturan terjadi di leher dan menembus batang otak. Jadi akibatnya fatal," ujar Trias. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pencuri Spesialis Hewan Ternak Diringkus
    Tabrakan di Cipularang, Ajudan Sekda Cimahi Tewas
    Komplotan Pencuri Mobil Rental Dibekuk
    Resmi Jadi Wali Kota Cimahi,Ajay Janji tak Korupsi
    Celupkan Cucu ke Minyak Panas, Kosiah Tersangka
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018