web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    27 BPR di Jabar Kena Likuidasi
    net ilustrasi

    27 BPR di Jabar Kena Likuidasi

    • Sabtu, 25 November 2017 | 07:27:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Hingga 30 September 2017 lalu, bank yang dilikuidasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) secara nasional sebanyak 82 bank, terdiri dari 1 bank umum, 76 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan 5 BPR Syariah.

    Dari 82 bank tersebut, 30 BPR berada di wilayah Jawa Barat, terdiri dari 27 BPR yang sudah selesai likuidasi, dan tiga BPR sedang dalam proses likuidasi.

    "Karena itu, kita melaporkan kepada pa Gubernur terkait hal ini," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah seusai beraudiensi dengan Gubernur Jabar di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Jumat (24/11/2017).

    Sebaran BPR yang dilikuidasi di Jawa Barat, diantaranya, Bogor (2 bank), Sukabumi (1 bank), Cianjur (1 bank), Garut (1 Bank), Bandung (8 Bank), Depok (2 Bank), Cirebon (1 bank), Cimahi (2 Bank), Subang (3 Bank), Bekasi (6 Bank).

    Halim menuturkan, pada 2016 lalu, terdapat 2 bank di Jabar yang dicabut izin usahanya, yakni BPRS Shadiq Amanah (Bandung) dan BPR Multi Artha Mas Sejahtera (Bekasi). Sedangkan pada tahun ini, tak ada satu pun bank di Jabar yang dicabut izin usahanya.

    Halim menjelaskan, berdasarkan data likuidasi bank di Jabar selama periode tahun 2010-2016, penyelesaiannya fluktuatif. Dan pada 2016, claim recovery sebesar rata-rata 28,03 persen, pencairan aset/NSL sebesar rata-rata 157,95 persen, recovery rate sebesar rata-rata 18,70 persen. Dengan jangka waktu penyelesaian likuidasi rata-rata mencapai 27 bulan.

    "Penyebabnya bank dilikuidasi, fraud, pengelolaan yang kurang prudent, kredit topengan, pelanggaran batas minimum pemberian kredit, CAR di bawah 8 persen," sebut Halim.

    Pada kesempatan sama, Gubernur Ahmad Heryawan mengatakan, Jabar memang menjadi daerah dengan jumlah BPR tertinggi yang dilikuidasi atau ditutup oleh LPS.

    Aher menyebutkan, dilakukannya likuidasi pada BPR, rata-rata disebabkan kurangnya prinsip kehati-hatian. Menjamurnya BPR sendiri, kata Aher, karena luasnya wilayah, ditambah jumlah penduduk yang mencapai 47 juta jiwa, menjadi daya tarik pengusaha untuk membuka BPR.

    "Banyak pengusaha bank berbisnis hanya memikirkan untung. Padahal harus ada budaya perbankan yang baik," kata Aher. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemerintah Ajak Swasta Ikut Percepat Pembangunan
    Pemerintah Genjot Pembangunan Infrastruktur
    Bio Farma Jadwal Ulang Eskpor Vaksin Difteri
    PT SBL-BTN Syariah Gulirkan Dana Talang Umrah
    Vaksin Indonesia Dibutuhkan di Banyak Negara Islam
    Berita Terdahulu

    Editorial