web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Aher Usulkan Pembentukan Badan Otoritas Citarum
    net Aksi pembersihan Sungai Ctarum

    Aher Usulkan Pembentukan Badan Otoritas Citarum

    • Rabu, 22 November 2017 | 22:30:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengusulkan pembentukan Badan Otoritas Citarum, sebuah wadah yang mengoordinasikan berbagai instansi/pihak di daerah hingga pemerintah pusat dalam menata dan mengatasi permasalahan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

    Hal tersebut sebagai upaya revitalisasi Sungai Citarum yang setiap tahun mengakibatkan banjir di daerah-daerah di sapanjang DAS Citarum.

    "Saya kira begini, intinya ada wadah yang mengkoordinasikan berbagai instansi pemerintahan termasuk TNI, Polri dan pemerintah pusat di tanpa pemda terkait dan seluruh stakeholder dalam sebuah wadah," kata Aher seusai menjadi pemateri pada Lokakarya Penataan Sungai Citarum di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (22/11/2017).

    Aher mengatakan, nantinya Badan Otoritas Citarum tersebut bisa menjadi sebuah lembaga yang akan mengoordinasikan berbagai program secara serentak, masif, terukuran dan bisa menyelesaikan masalah Sungai Citarum.

    "Sebelumnya kita pernah usul dibikin Bandung Otoritas seperi Batam, saya kira itu ideal banget dan sulit karena ada keputusan yang harus diambil di tingkat pusat. Tapi inti dari semua itu adalah semangat koordinasi dari berbagai tugas yang selama ini ada di setiap stakeholder. Kita butuh pemimpin terkait masalah Citarum ini," papar Aher.

    Ia menuturkan selama ini setiap pihak terkait mulai dari Pemprov Jabar, instansi TNI, Polri, Pemerintah kabupaten/kota, hingga komunitas atau pegiat lingkungan sudah bekerja untuk mengatasi masalah Sungai Citarum.

    "Selama ini, istilahnya kita sudah sama-sama bekerja tapi belum bekerja sama. Nah, supaya kerja sama itu ada dalam satu koridor maka diperlukan wadah. Nah wadah itu sebelumnya sudah kita buat, yakni Samsat Citarum," ujar Aher.

    Aher memastikan keberadaan Badan Otoritas Citarum ini tidak akan tumpang tindih dengan Samsat Citarum. Bahkan keberadaanya akan semakin memperkokoh pihaknya untuk menata permasalahan yang ada di sungai terpanjang di Jabar tersebut.

    "Alhamdulillah keseriusan kita untuk mengembalikan Citarum supaya bersih seperti tahun 70-an disambut baik oleh Pak Menko Kemaritiman (Luhut Binsar Pandjaitan), 'Oke kalau gitu kita bahas Citarum ya', ujar Pak Menko waktu itu. Dari situ bergulir terus sampai saat ini," kata dia.

    Luhut sendiri mengaku akan mengkaji usulan Gubernur Jabar tersebut. "Badan Otoritas Citarum, kita kaji, Pak Gubernur bilang berkali-kali, butuh koordinasi, minta saya jadi komandannya," kata Luhut pada kesempatan yang sama.

    Luhut menegaskan penataan berbagai masalah di Sungai Citarum harus melibatkan berbagai pihak agar hasilnya bisa lebih optimal. "Memang enggak bisa sendiri harus ramai-ramai semua ikut kerja sama. Kalau enggak kerja sama akan jadi musibah, termasuk pangdam bilang sumber air harus dilindungi untuk masa depan. Kita fokus ini, masalah generasi datang," paparnya.

    Dalam mengatasi permasalahan di sepanjang DAS Citarum, Kemenko Kemaritiman menggandeng Pemprov Jabar, Polda Jabar, Kodam III/Siliwangi hingga pemerintah kabupaten/kota.

    "Kami dengan Pak Gubernur dan beberapa menteri terkait duduk bersama-sama untuk mengurangi sampah plastik yang masuk ke laut. Sekarang terintegrasi dan semua punya program. Sekarang melibatkan pangdam, kapolda, bupati, wali kota, sepanjang bantaran Sungai Citarum karena itu menjadi sungai terkotor di dunia," tandas Luhut.

    Menurut Luhut, Sungai Citarum saat ini sudah terkontaminasi akibat pembuangan limbah ke sungai tersebut dan hal tersebut juga mengotori laut dan dapat berpengaruh terhadap sektor pariwisata.

    "Sehingga kami bertekad bersama-sama untuk mengatasi ini. Nah, kerja sama ini kelihatannya akan jalan karena Menteri Prindustrian sudah akan mengumpulkan industri untuk tidak membuang limbah lagi. Cost limbahnya itu masuk ke industri, sehingga tidak membebani pelaku industri dan tidak mencemari Sungai Citarum," pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google