Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Belajar dari Kasus Cristiano Ronaldo
    Belajar dari Kasus Cristiano Ronaldo

    SEMUA media dari bebagai belahan dunia yang intens mewartakan kompetisi sepakbola Eropa,menjadikan kasus Cristiano Ronaldo positif terpapar Covid-19..

    360 PTS di Indoensia Tutup sejak 2015 Prof Eddy Yusuf net

    360 PTS di Indoensia Tutup sejak 2015

    • Selasa, 21 November 2017 | 04:38:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Sebanyak 360 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia, sejak 2015 hingga September 2017 lalu, terpaksa tutup atau ditutup oleh pemerintah.

    Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) IV Jabar-Banten Prof Eddy Jusuf memaparkan, pada 2015 ada 243 PTS yang tutup, pada 2016 sebanyak 92 PTS, dan pada 2017 hingga September lalu ada 25 PTS yang tutup. Sebelumnya, di Indonesia ada sekitar 4.500 PTS yang tersebar di berbagai daerah.

    "Dari 25 PTS yang tutup se-Indonesia pada September 2017 lalu, ada 2 PTS di Jawa Barat yang tutup. Salah satunya PTS di Bogor dan daerah lainnya," kata Eddy Jusuf seusai acara Musyawarah Aptisi IV Komisariat VI B di Kampus Stkom-Stibanks Al Ma'soem, Jalan Raya Rancaekek-Cileunyi Kabupaten Bandung, Senin (20/11/2017).

    Ratusan PTS yang tutup itu karena berbagai persoalan. Selain karena kurang atau tidak adanya mahasiswanya, ada juga yang karena sengketa di lembaga pendidikan tersebut. Ada pula PTS yang tidak memiliki bangunan, sehingga membubarkan diri.

    "Supaya PTS itu tidak tutup, PTS itu harus mampu meningkatkan dan melampaui standar nasional perguruan tinggi. Tak mau ditutup harus mengikuti standar perguruan tinggi yang mencapai 24 komponen. Bisa juga dengan cara merger di antara beberapa yayasan, walaupun cara merger itu enggak mudah," papar Eddy.

    Ke-24 komponen itu, mulai dari bidang penelitian, pengajaran dan pengabdian yang berkaitan dengan PTS tersebut. "Untuk itu, kami berharap seluruh PTS maju bersama untuk melakukan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kemajuan dan kualitas perguruan tinggi," kata Rektor Universitas Pasundan, Bandung ini.

    Eddy juga berusaha untuk menyinergikan pembinaan di lapangan dalam upaya akselerasi jabatan fungsional. Misalnya, di antara rektor atau kepala yang sudah lama ditingkatkan jabatannya menjadi guru besar. Dalam rangka meningkatkan kualitas, PTS harus sinergi dengan Kopertis, termasuk bagaimana memfasilitasi dosen yang belum memiliki jabatan fungsional. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Masyarakat Diimbau Waspada Ancaman Tanggul Jebol saat Musim Hujan
    Masyarakat Diminta Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan saat Libur Panjang
    Pemkot Bandung Fokus Percepatan Intervensi Stunting
    Pemkot Bandung Mulai Proses Pembangunan Rumah Deret Tamansari
    Antisipasi Bajir, Pemkot Bandung Bangunan Dua Kolam Retensi Baru
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      walikota

      Info Kota


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads