web stats service from statcounter

Hot News

  • Gomez Minta Skuat Persib Tetap Fokus
    Gomez Minta Skuat Persib Tetap Fokus
    • 21 November 2018 | 22:18:00 WIB

    MARIO Gomez meminta anak-anak asuhnya tetap fokus menghadapi laga Pekan 32 Liga 1 2018 kontra Perseru Serui, Jumat (23/11/2018) nanti.

Inspirasi

    Penduduk Bekerja di Jabar Naik 1,35 Juta Orang
    net

    Penduduk Bekerja di Jabar Naik 1,35 Juta Orang

    • Selasa, 21 November 2017 | 03:03:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pada Agustus 2017 lalu, di Jabar terdapat 22,39 juta orang angkatan kerja, yang terdiri atas 20,55 juta penduduk bekerja dan 1,84 juta pengangguran.

    Dibanding Agustus tahun lalu, jumlah penduduk bekerja tersebut naik 1,35 juta orang dan jumlah penganggur turun 34,43 ribu orang. Dengan demikian, jumlah angkatan kerja di Jabar dalam setahun ini naik sebanyak 1,32 juta orang.

    Kepala BPS Jabar Dody Herlando mengatakan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menggambarkan persentase penduduk usia kerja, yakni 15 tahun ke atas yang berpartisipasi aktif di pasar kerja. TPAK pada Agustus 2017 sebesar 63,34 %, artinya dari 100 penduduk usia kerja, terdapat sekitar 63 orang yang berpartisipasi aktif di pasar kerja.

    "Partisipasi di pasar kerja masih menunjukkan adanya kesenjangan antara penduduk laki-laki dan perempuan, " kata Dody di Kantor BPS Jabar, Jalan PHH Mustopa Kota Bandung, Senin (20/11/2017).

    BPS Jabar juga mencatat, pada Agustus 2017, TPAK laki-laki sebesar 82,40%, sementara TPAK perempuan hanya 43,89%. Dibanding kondisi setahun lalu, TPAK laki-laki dan perempuan ini meningkat masing-masing 1,78 % dan 3,59 persen poin.

    Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPK) pada Agustus 2017 sebesar 8,22 persen. Hal tersebut artinya, dari 100 angkatan kerja, terdapat sekitar 8-9 pengangguran. Meski begitu, dibanding tahun lalu, TPT menurun 0,67 persen poin.

    Berdasarkan tingkat pendidikan, TPT Sekolah Menengah Kejuruan menempati posisi tertinggi (16,80%), disusul TPT Sekolah Menengah Atas (10,03%). Sedangkan TPT terendah terdapat pada tingkat pendidikan SD ke bawah, yaitu 4,30%. Hal tersebut karena mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apapun. Sementara yang berpendidikan lebih tinggi, cenderung memilih pekerjaan yang sesuai.

    Hal ini terlihat pada keadaan Agustus 2017, TPT yang mengalami penurunan pada jenjang pendidikan SMA ke bawah, yaitu SD ke bawah sebesar 4,27%, SMP sebesar 0,84% dan SMA sebesar 1,37% poin. Sedangkan pada jenjang SMK dan pendidikan Diploma I/II/III ke atas, TPT meningkat dibanding tahun sebelumnya, yakni pada SMK 0,29%, Diploma I/II/III sebesar 1,25%, dan universitas 0,87% poin. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Garuda Layani Rute Penerbangan Bandung-Singapura
    PT KAI Siapkan 62 Ribu Tempat Duduk per Hari
    Tiket KA untuk Natal & Tahun Baru Masih Tersedia
    Dorong Usahawan Baru, BI Gelar Pelatihan Wirausaha
    Maxwin Inisiasi Gerakan Indonesia Bebas Riba
    Berita Terdahulu

    Editorial