web stats service from statcounter

Hot News


  • Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe
    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe
    • 16 September 2019 | 16:13:00 WIB

    RIDWAN Kamil menanggapi serius petisi penandatanganan secara online di website change.org meminta agar BIJB Kertajati diganti namanya menjadi BJ Habibie.

Inspirasi


    Kemenko PMK Ajak Masyarakat Ikuti Program Prolanis
    net Deputi Menko PMK Tb Ahmad Choesni.

    Kemenko PMK Ajak Masyarakat Ikuti Program Prolanis

    • Minggu, 19 November 2017 | 23:10:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengajak masyarakat untuk sadar kesehatan dengan menjaga pola hidup sehat melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

    "Melalui program tersebut, pelayanan kesehatan akan melakukan pendekatan promotif dan preventif yang dikembangkan BPJS Kesehatan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pendekatannya proaktif secara terintegrasi melibatkan peserta untuk ikut berupaya menjaga hidup sehat," ucap Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK Tb Ahmad Choesni.

    Choesni mengatakan, Prolanis merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif terhadap peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus dan Hipertensi. “Hal ini dilakukan untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien,” kata Choesni.

    Menurut Choesni, kesehatan masyarakat saat ini sudah mulai terancam. Hal tersebut disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang tidak sehat yang berdampak pada perubahan pola penyakit yang terjadi.

    "Makin banyak orang yang sakit bukan karena serangan virus atau penyakit menular, tetapi diakibatkan oleh gaya hidup masyarakat yang tidak gemar berolahlaraga, dan kurang makan-makanan bergizi," ujar Choesni.

    Data Kementerian Kesehatan tahun 2016 menyebutkan, beban penyakit tidak menular atau katastropik seperti jantung, stroke, diabetes, kanker, ginjal, hepatitis, thalasemia, leukemia, hemofilia telah mencapai penderita sebanyak 22 juta orang lebih dan hal tersebut ternyata menyerap beban anggaran Rp 1,69 triliun atau 29,67 persen.

    "Catatannya sekarang adalah dari penyakit katastropik tersebut, penyakit gula (Diabetes melitus) telah menjadi ancaman dunia, dipastikan 1 dari 11 orang mengidap penyakit tersebut," jelas Choesni.

    Sebagai pengawal isu kesejahteraan di Kemenko PMK, Choesni melihat, penyakit katastropik termasuk penyakit yang tergolong sebagai penyakit kronis. Tidak heran jika (Kemenko PMK) mewanti-wanti agar masyarakat lebih serius menghadapinya dengan cara hidup sehat.

    "Jika seseorang yang sudah terkena penyakit kronis, mereka tidak bisa bekerja terlalu capek. Jadi, bagi negara hal ini tidak hanya menimbulkan beban biaya tetapi juga akan menurunkan produktifitas masyarakat," tuturnya.

    Choesni menambahkan, karena hal inilah Pemerintah melakukan pendekatan melalui keluarga, yakni pendeketan promontif dan prevantif. Pendekatan tersebut dilakukan dengan cara memperbaiki kesehatan lingkungan, gizi, perilaku dan kewaspadaan dini.

    "Saya yakin, ketika ada perubahan perilaku hidup sehat maka akan merubah kehidupan menjadi lebih baik sehingga kita bisa melakukan pencegahan dan hal ini dilakukan dengan mengikuti program Prolanis," pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe
    Mahasiswa Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Jokowi
    Gudang Brimob Jateng Meledak
    Irjen Firli Bahuri Terpilih jadi Ketua Baru KPK
    Emil Raih IDC Digital Transformation Awards 2019

    Editorial