web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Jabar Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor
    net

    Jabar Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor

    • Kamis, 16 November 2017 | 05:30:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuarraNews, Bandung - Pemprov Jabar menetapkan status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Bencana Tanah Longsor di 27 kabupaten/kota terhitung sejak 1 November hingga 31 Mei 2018.

    Status tersebut tertuang dalam surat penetapan bernomor 362/kep.1024-BPBD/2017 dan ditandatangani pada 30 Oktober 2017.

    Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, masa berlaku status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Bencana Tanah Longsor tersebut bisa diperpanjang ataupun diperpendek sesuai kebutuhan penyelenggaraan penanganan darurat bencana di lapangan.

    Aher menerangkan, penetapan status siaga ini didasarkan informasi prakiraan musim hujan tahun 2017/2018 di Jabar dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung. Juga prakiraan wilayah potensi gerakan tanah di Jabar pada Oktober 2017 dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan dan Geologi, pernah meningkatkan status keadaan darurat bencana di Provinsi Jawa Barat. Serta Laporan Bencana Banjir dan Bencana Tanah Longsor di Jabar dari 1 September–18 Oktober 2017, Resume Rapat koordinasi antara Pemprov Jabar dengan para pemangku kepentingan dan instansi terkait pada 19 Oktober 2017.

    "Bahwa untuk menindaklanjuti hasil rapat koordinasi Badan Pennggulangan Bencana Provinsi Jawa Barat dan Baden Penanggulangan Bencana Daerah/Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten/Kota se-Jawa Barat maka perlu menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan bencana tanah longsor di Provinsi Jawa Barat," ungkap Aher dalam siaran persnya, Rabu (14/11/2017).

    Ke-27 daerah dengan status siaga tersebut, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Ciamis, Cianjur, Kabupaten Cirebon, Garut, Indramayu, Kabupaten Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Subang, Kabupaten Sukabumi, Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Bandung dan Kota Banjar.

    Menurut Aher, penetapan status darurat ini akan berpengaruh pada kemudahan administrasi dan mekanisme penggunaan anggaran untuk penanggulangan bencana.

    "Saya minta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jabar dan kabupaten kota se-Jabar untuk melaksanakan upaya-upaya kesiapsiagaan keadaan darurat, sehingga mampu meminimalisasi potensi dampak bencana melalui penanganan yang bersifat cepat, tepat dan terpadu, seusai ketentuan peraturan perundangan," papar Aher.

    Aher pun mengimbau kepada kepala daerah kota/kabupaten se-Jabar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tindakan-tindakan preventif yang diperlukan.

    "Kepada masyarakat saya berpesan untuk selalu berwaspada mengingat rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sampai bulan Mei 2018 curah hujan di berbagai daerah di Jabar cukup tinggi," pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google