web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Mobil Listrik Evhero buatan Itenas Diluncurkan
    net Emil mencoba mobil listrk Evhero di Kampus Itenas

    Mobil Listrik Evhero buatan Itenas Diluncurkan

    • Kamis, 16 November 2017 | 05:18:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meresmikanm peluncuran mobil listrik Evhero buatan dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung di Kampus Itenas, Jalan PHH Mustopa Kota Bandung, Rabu (15/11/2017).

    Evhero merupakan kendaraan roda empat yang ramah lingkungan dengan menggunakan bahan bakar listrik.

    Emil mengatakan, Pemkot Bandung terus mendorong karya anak bangsa yang menghadirkan inovasi, seperti yang dilakukan Itenas. Hal ini membuktikan bahwa anak bangsa bisa memberikan inovasi yang luar biasa untuk lingkungan maupun masyarakat di masa datang.

    "Dengan adanya inovasi ini maka sebenarnya teknologi anak bangsa sudah siap dipakai yang harus didukung pemerintah pusat. Kendaraan ini juga ramah lingkungan yang dapat mengurangi polusi," ungkap Emil seusai peluncuran mobil listrik Evhero.

    Menurut Emil, dengan diupayakannya teknologi anak bangsa tersebut, maka bisa menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah di negara sendiri. Mengingat walau banyak bermunculan mobil listrik, namun masih berasal dari luar negeri.

    Ketika mengendarai, Emil mengaku cukup nyaman terlebih karena tidak ada suara yang menjadikan kelebihan dari mobil listrik tersebut. Karena itu, menurut Eml, perlu didukung baik secara politis dan kebijakan dalam merevolusi kendaraan-kendaraan di seluruh Indonesia agar ramah lingkungan dan bebas polusi.

    "Pemkot Bandung di level lokal, akan mendukung yang mudah-mudahan dalam waktu dekat kita lihat dan tes di perkotaan. Ada Perpres (Peraturan Presiden) yang semangatnya harus kita perkuat dari teknologi lokal yang perlu didukung dan didorong," tandasnya.

    Soal penggunaan di Kota Bandung, Emil mengatakan, mobil listrik tersebut akan dicoba di jalanan Kota Kembang. Pasalnya untuk maju dibutuhkan support dan dukungan besar termasuk investasi dari pemerintah.

    "Berikutnya kita membutuhkan kapital yang besar, seperti di Amerika dengan produk mobil listrik Tesla yang canggih dengan berbagai teknologinya. Kemajuan tersebut didukung oleh pemerintah yang ikut berinvestasi pada perusahan yang memproduksi Tesla itu," jelasnya.

    Kepala Tim Peneliti Itenas Tarsisius Kristyadi mengungkapkan, mobil Evhero disesuaikan dengan kondisi alamiah jalan di Indonesia yang berbatu, berkelok, bervariasi, dan tidak selalu mulus. Sehingga dipilih jenis mobil crossover yang perpaduan antara SUV dan kendaraan keluarga.

    "Mobil listrik ini khusus di desain untuk orang yang menggemari adventure tetapi ingin tetap gaya di kota, sehingga ini bisa melintas kemanapun. Kendaraan ini berkapasitas 5 orang dan kecepatan maksimal 70 km/jam serta memiliki kekuatan listrik selama dua jam," papar Tarsisius.

    Tarsisius pun mengoreksi adanya anggapan mobil listrik mudah konslet terutama saat musim hujan. Karena di dalam komponen listrik tersebut di-cover dan dilindungi supaya tidak konslet jika terkena air.

    "Meskipun harganya cukup mahal, tetapi mobil ini kuat dan awet dibanding mobil konvensional. Kelebihan mobil ini selain dalam hal (ramah) lingkungan maupun (irit) bahan bakar, usia baterai yang cukup lama, yaitu 25 tahun," jelasnya.

    Evhero sendiri menghabiskan biaya lebih kurang Rp1 miliar dengan memakan waktu 3 tahun untuk proses pembuatannya. Dijalankan dengan mengandalkan motor penggerak jenis BLDC dengan daya 50 kWp, putaran 3000 4800 rpm, tegangan 70 V DC, dengan pendingin liquid cooling. Mobil ini menggunakan sumber utama untuk menggerakkan motor adalah baterai dengan kekuatan 200 Ah bertegangan 72 V. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Waspadai Angin Kencang dari Silkon Tropis Dahlia
    360 PTS di Indoensia Tutup sejak 2015
    2019, Pemprov Janjikan Banjir Rancaekek Teratasi
    Mobil Listrik Evhero buatan Itenas Diluncurkan
    Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani tak Ditahan
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018