web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Demografi jadi Bisa Jadi Masalah di Indonesia
    net

    Demografi jadi Bisa Jadi Masalah di Indonesia

    • Selasa, 14 November 2017 | 21:43:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung Barat - Tingginya pertumbuhan penduduk di Indonesia berpotensi menimbulkan masalah demografi. Ini dikarenakan penyebaran penduduk yang hanya tersentralistik di pulau Jawa dan sekitar ibu kota provinsi, kota, atau kabupaten. 

    Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Adang Sudrajat mengatakan, persoalan demografi ini harus diantisipasi sejak sekarang. Sebab diprediksi 20 tahun yang akan datang  generasi produktif di Indonesia akan meningkat 60% dari sekarang.

    "Bonus demografi ini bukan tanpa masalah. Jika tidak menghasilkan generasi yang berkualitas maka berbagai persoalan sosial maka akan muncul," terangnya disela-sela reses dan kegiatan sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jabar, di Kantor Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

    Guna menekan terjadinya urbanisasi akibat peningkatan demografi, saat ini pemerintah terus menggenjot pembangunan di desa. Anggaran bantuan ke desa dari tahun ke tahun terus meningkat, diharapkan tercipta lapangan kerja dan pembangunan di desa terus tumbuh. Hal ini diyakini dapat menekan angka urbanisasi masyarakat ke kawasan perkotaan. 

    Kabid Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Jawa Barat, Ir Pintauli R Siregar mengatakan, angka melahirkan ibu usia 15-19 di Jawa Barat masih sangat tinggi dan di atas nasional. Yakni sebanyak 33 balita dari 1.000 wanita subur padahal secara nasional hanya 31 balita dari 1.000 wanita subur.  "Itu menjadi persoalan yang sampai kini kami terus upayakan agar persoalan demografi di Jabar segera teratasi," terangnya. 

    Dia menjelaskan, usia menikah ideal bagi perempuan adalah di usia 21 tahun sementara laki laki usia 25 tahun. Banyaknya kasus perceraian dan menikah lagi dikarenakan mereka menikah terlalu muda sehingga itu berdampak kepada anak-anak mereka. "BKKBN kami telah mengeluarkan program 1.000 hari pertama kehidupan yang dimulai dari anak dalam kandungan sampai 2 tahun yang tujuannya agar asupan dan gizi anak terperhatikan," tuturnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemkab Gencar Sosialisasikan Safari KKBPK
    Intensif Ketua RT dan RW di KBB Dinaikkan
    Warga Tuntut Pengukuran Ulang Lahan KA Cepat
    Prajurit TNI Disiapkan Tumpas Separatis di Papua
    Demografi jadi Bisa Jadi Masalah di Indonesia
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

      Pilwalkot Bandung 2018