web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani tak Ditahan
    net Buni Yani

    Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani tak Ditahan

    • Selasa, 14 November 2017 | 20:53:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada Buni Yani dalam kasus pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram Kota Bandung, Selasa (14/11/2017) siang.

    Hakim menilai Buni terbukti melawan hukum dengan mengunggah video di akun Facebook-nya tanpa izin Diskominfomas DKI Jakarta. Postingan itu berupa potongan video pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 27 September 2016, yang diunggah di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta.

    "Menyatakan terdakwa Buni Yani terbukti secara sah bersalah melakukan mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik," ungkap Ketua Majelis Hakim M Saptono dalam amar putusanan.

    Perbuatan Buni Yani dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan melakukan ujaran kebencian dan mengedit isi video pidato Ahok. "Menjatuhkan pidana terhadap Buni Yani pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan," sambungnya.

    Hakim juga menilai Buni terbukti mengubah durasi video. Video asli berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik, sedangkan video yang diunggah Buni di akun Facebook-nya hanya 30 detik.

    "Terdakwa sudah menonton sebanyak 5-6 kali tetapi tidak berupaya untuk mencari sumber kebenaran yang tertuang dalam video tersebut. Namun terdakwa tidak mengurungkan niatnya untuk mengunggah video tersebut di akun Facebook-nya. Bahwa dengan demikian, unsur dengan sengaja telah terpenuhi," ucap Sapto.

    Sebelumnya, Buni dituntut dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Dalam perkara ini, Buni Yani didakwa mengubah video pidato Ahok di Kepulauan Seribu dengan menghapus kata 'pakai'. Selain itu, Buni Yani didakwa menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian terhadap masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Hal ini berkaitan dengan posting-an Buni Yani di Facebook.

    Kendati divonis bersalah dan dijatuhkan hukuman penjara, hakim tidak memerintahkan penahanan Buni Yani. Putusan yang tidak disertai perintah penahanan ini diatur dalam Pasal 193 KUHAP. "Menimbang bahwa selama persidangan terdakwa tidak ditahan, tidak cukup alasan untuk ditahan, maka terdakwa tidak ditahan," tegas Sapto.

    Mendengar putusan itu, ketua tim penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, mengonfirmasi ulang pernyataan hakim. "Majelis hakim yang terhormat, karena tadi ribut, maaf saya mau konfirmasi karena saya tidak mendengar perintah apa pun untuk eksekusi, tidak ditahan bukan?" tanya Aldwin.

    "Iya, iya," jawab Saptono.

    Terkait putusan itu, tim penasihat hukum menyatakan akan mengajukan banding. "Kami akan banding karena fakta-fakta persidangan tidak sesuai," ujar Aldwin.

    Setelah divonis, suasana persidangan mendadak riuh. Massa pendukung Buni Yani merangsek ke tengah persidangan. Polisi yang berjaga di ruang sidang langsung mengamankan majelis hakim dan tim jaksa penuntut umum. Buni Yani pun langsung dikawal meninggalkan ruang sidang. Riuhnya suasana sidang membuat awak media tak bisa meminta tanggapan atas vonis tersebut. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    2019, Pemprov Janjikan Banjir Rancaekek Teratasi
    Mobil Listrik Evhero buatan Itenas Diluncurkan
    Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani tak Ditahan
    Pradita Institute Jalin Kerja Sama dengan STPB
    Jelang Nataru PT KAI Daop 2 Siapkan 86 KA
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

      Pilwalkot Bandung 2018