web stats service from statcounter

Gedung Sate

  • Humas Jabar Luncurkan Program Japri
    Humas Jabar Luncurkan Program Japri

    HUMAS Jabar meluncurkan program dialog publik bertajuk Jabar Punya Informasi (Japri) di Area Taman Barat Gedung Sate, Kamis (27/09/2018).

    Hot News

    • Rumah James Riady Digeledah KPK
      Rumah James Riady Digeledah KPK
      • 18 Oktober 2018 | 09:58:00 WIB

      BUNTUT penangkapan Bupati Bekasi oleh KPK, rumah CEO Lippo Group James Riady digeledah lembaga anti rasuah tersebut.

    Inspirasi

      Panwaslu Bisa Rekomendasikan ASN untuk Dipecat
      dok Ketua Panwaslu KBB Cecep Rahmat Nugraha

      Panwaslu Bisa Rekomendasikan ASN untuk Dipecat

      • Selasa, 7 November 2017 | 22:13:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung Barat - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) bisa mengeluarkan rekomendasi bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk di pecat. Hal itu jika ASN tersebut terbukti melakukan pelanggaran pemilu khususnya ketika terlibat dalam kampanye pasangan calon.

      Ketua Panwaslu KBB Cecep Rahmat Nugraha mengatakan, seorang ASN dilarang untuk berkampanye. Oleh karena itu jika ada yang terbukti maka masuk pada kategori pelanggaran berat. "Kami bisa mengeluarkan rekomendasi ke Komisi ASN untuk memberikan sanksi pemecatan jika ada ASN yang terlibat kampanye," tuturnya, Selasa (7/11/2017).

      Menurutnya sanksi penurunan pangkat atau dipecat itu sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 dan UU 32 Tahun 2004 tentang Larangan Keterlibatan PNS dalam Kampanye. Kategorinya adalah pelanggaran etika dan itu juga berlaku bagi anggota panwaslu jika terbukti turun ikut kampanye pasangan calon.

      Pelanggaran lain yang bisa terjadi dalam pelaksanaan pilkada dan juga pemilu adalah pelanggaran administrasi dan tindak pidana. Sanksi pidana bisa dikenakan jika terbukti ada yang melakukan money politik, penggelembungan suara, atau manipulasi data.

      "Masyarakat kini harus berhati-hati sebab dalam aturan sekarang penerima money politik bisa juga tersangkut," tegasnya.

      Guna memberikan pengetahuan itu, pihaknya sudah menggelar sosialisasi ke berbagai pihak. Seperti soal tata cara memilih, jenis-jenis pelanggaran, dan bagaimana cara melaporkan temuan pelanggaran ke petugas panwaslu. "Personel kami sangat terbatas, jadi kami butuh peran serta dari masyarakat untuk pengawasan," tuturnya. (*)

      yan

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Ini Pemenang Pilkada Serentak 2018 di Jabar
      KPU Jabar Optismistis Tak Ada Gugatan ke MK
      Partisipasi Pemilih Meriah, KPU KBB Semringah
      Hengky Banjir Ucapan Selamat di Antaranya dari SBY
      Cabup KBB Nomor Urut Satu Elin, Tunggu Hasil KPU
      Berita Terdahulu

      Editorial

        Advertisement On Google