web stats service from statcounter

Hot News

Gedung Sate

    Inspirasi

      Dedi tak Dicalonkan DPP, Kader Golkar Bikin Petisi
      change.org

      pilgub jabar 2018

      Dedi tak Dicalonkan DPP, Kader Golkar Bikin Petisi

      • Senin, 6 November 2017 | 06:13:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Aksi protes muncul dari sejumlah kader Partai Golkar, seusai pihak DPP Golkar resmi menerbitkan SK rekomendasi dukungan terhadap calon gubernur Ridwan Kamil yang akan dipasangkan dengan Daniel Muttaqien pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

      Salah satu protes dilakukan kader Golkar Kota Bandung Aat Safaat Hodijat, melalui situs petisi online, Change.org yang diterbitkan sejak 25 Oktober lalu. Pars simpatisan yang menandatangani petisi tersebut juga membuat aksi solidaritas di kawasan Car Free Day Dago, Jalan Ir H Juanda Kota Bandung, Minggu (5/11/2017) pagi.

      Dalam petisi yang diberi judul 'Pertaruhan Kesetiaan Kader Partai Golkar Jawa Barat' tersebut, dimaksudkan agar Partai Golkar mempertimbangkan mengusung Dedi Mulyadi sebagai Cagub Jabar, bukannya tokoh di luar kader partai berlambang pohon beringin tersebut. Hingga Senin (6/11/2017) pagi, petisi tersebut sudah mendapat 3.564 pendukung

      Dalam petisi yang disampaikan untuk DPP Partai Golkar, DPD II Partai Golkar Jabar, Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, dan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham tersebut, Aat menyatakan terkejut dengan keputusan DDP yang memilih tokoh di luar partai untuk maju pada Pilgub nanti. Padahal musyawarah daerah secara aklamasi menetapkan Dedi Mulyadi sebagai calon tunggal untuk maju pada Pilgub. Hal tersebut merupakna mandaty dari DPD Golkar kota/kabupaten se-Jabar.

      "Betapa sangat sakitnya hati saya dan mungkin juga seluruh Pengurus, Kader, anggota dan simpatisan PG di Jawa Barat mendengar pernyataan Sekretaris Jenderal Idrus Marham di media massa bahwa Cagub yg ditetapan adalah bukan Dedi Mulyadi. Alasannya sederhana karena hasil survei, elektabilitasnya kalah sama nama lain yaitu yang bukan Kader PG maka DPP PG lebih berhak dan menguntungkan mengusung Cagubnya yang bukan Kader PG dan Kader PG cukup diposisikan menjadi Cawagubnya saja," tulis Aat dalam petisinya.

      Untuk itu, Aat menyampaikan petisi politiknya, yakni pertama, Keputusan DPP PG yang menetapkan Cagub dan Cawagub saat ini perlu diuji oleh DPD PG Jabar dan DPD PG Kota /Kabupaten apakah sudah sesuai dengan misi partai dan konstitusi partai?

      Kedua, jika tidak sesuai misi dan konstitusi partai, saya meminta DPD PG Jabar dan DPD PG kota/kabupaten se-Jabar untuk melakukan perlawanan secara konstitusional.

      Ketiga, kepada para ketua DPD PG kota/kabupaten se-Jabar berpeganglah kepada Sumpah atau Ikrar Panca Bhakti yang akan menjunjung persatuan dan kesatuan dengan berwatak setia kawan. Saatnya menunjukkan hal itu sekarang demi harga diri dan kehormatan kolektif Warga Partai Golongan Karya di Jawa Barat.

      Keempat, tidak ada kepastian di dunia ini selain datangnya kematian dan tidak ada keputusan manusia yang tidak bisa diubah kecuali keputusan Tuhan. Ubahlah keputusan DPP PG itu jika ada kekeliruan di dalamnya atau DPP PG akan berhadapan dengan kesetiaan Kader PG se-Jawa Barat terhadap Konstitusi Partai. (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      PPP Siap Ikuti Konvensi Cawagub Pendamping Emil
      Dedi Mulyadi Calon Gubernur Favorit Mahasiswa
      Emil: Kalau tidak Cocok, Jangan Paksakan
      Emil Ingin Tentukan Sendiri Cawagub Pendampingnya
      Pendukung Emil Deklarasikan Relawan Jabar Juara
      Berita Terdahulu

      Editorial

      • Teladani Semangat Pahlawan
        Teladani Semangat Pahlawan

        HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018