web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    2018, Program Padat Karya Bisa Dirasakan Warga
    net

    2018, Program Padat Karya Bisa Dirasakan Warga

    • Minggu, 5 November 2017 | 06:55:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan implementasi dana desa untuk program padat karya akan dilaksanakan pada Januari 2018.

    “Program padat karya itu adalah program yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal desa. Saya harap pemanfaatannya bisa maksimal,” ucap Puan dalam rapat koordinasi tingkat menteri di Gedung Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (2/11/2017) lalu.

    RTM sendiri dieglar sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo yang meminta ada alokasi 20 persen dari total dana desa yang wajib digunakan untuk program padat karya mulai 2018. Menurut Puan, dana desa bisa digunakan untuk untuk program padat karya, meningkatan perekonomian lokal desa, membangun infrastruktur desa. “Ini akan memberikan efek terhadap kesejahteraan masyarakat secara langsung,” katanya.

    Puan menjelaskan, sumber kegiatan pembangunan desa dapat bersumber dari Dana Desa (APBDes) dan kegiatan kementerian. Adapun kegiatan pembangunan desa yang bersumber dari APBDesa, regulasi yang ada saat ini memberikan ruang untuk kegiatan swakelola (untuk padat karya) dengan nilai proyek sampai dengan Rp200 Juta. Sedangkan untuk proyek dengan nilai di atas Rp200 Juta, dilaksanakan melalui Basis Kontrak.

    Selain itu, untuk membangun kegiatan ekonomi padat karya di desa-desa, pemerintah mengalokasikan langsung dari APBN Rp60 triliun pada 2018, sehingga rata-rata desa menerima Rp 800 juta per tahun. Jumlah ini lebih besar dibanding dana desa 2016 sebesar Rp49,96 triliun.

    “Saya tekankan program padat karya yang dilaksanakan pada Januari 2018 ini harus bisa mendukung pembangunan infrastruktur desa. Beberapa program fisik yang dilakukan seperti membangun jalan desa, posyandu, sarana irigasi, dan lainnya harus melibatkan masyarakat desa sendiri secara swakelola dan memakai bahan baku dari desa setempat, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakt desa,” papar Puan.

    Menko PMK menambahkan, bahwa pengguna dana desa sudah mulai memberi afirmasi kepada desa-desa tertinggal dan desa terpencil yang memiliki tingkat kesulitan lebih dibanding desa lainnya. Misalnya, desa sangat tertinggal yang miskin, sulit dijangkau karena letak geografisnya yang berat, maka desa seperti ini akan mendapat perlakuan lebih dalam penghitungan besaran dana desa yang akan diterima.

    “Ini perlu dilakukan agar desa sangat tertinggal dan tertingal bisa mengejar ketertinggalannya dari desa lain,” pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tiap Tahun, Pemprov Jabar Perbaiki 20 Ribu Rumah
    27,77 Juta Orang Masih di Bawah Garis Kemiskinan
    BIJB Kertajati Jadi Pusat Angkutan Logistik
    Jabar Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor
    Kemenko PMK Kenalkan Sisnas Pemantauan Kekerasan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

      Advertisement On Google