web stats service from statcounter

Hot News

Gedung Sate

    Inspirasi

      PDIP-PKS Buka Peluang Berkoalisi di Pilgub Jabar
      net Netty dan Aher hadir di acara Sumpah Pemuda PDIP

      PDIP-PKS Buka Peluang Berkoalisi di Pilgub Jabar

      • Selasa, 31 Oktober 2017 | 05:42:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Kendati memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon sendiri pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018, PDIP yang memiliki 21 kursi di DPRD Jabar tetap membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai lain.

      Setelah hubungannya tak harmonis lagi dengan Partai Golkar yang memutuskan mendukung calon gubernur Ridwan Kamil, PDIP membuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan PKS yang memiliki 12 kursi di DPRD.

      Ketua DPD PDIP Jabar Tubagus Hasanuddin mengungkapkan, PDIP dan PKS mungkin saja berkoalisi pada Pilkada serentak nanti. Dia menegaskan, selama ini PDIP senantiasa menjaga komunikasi dengan sejumlah partai, termasuk dengan PKS.

      Sinyal menguatnya komunikasi antara PKS dengan PDIP terlihat saat Tubagus memuji kehadiran kader PKS yang juga istri Gubernur Jabara Netty Prasetiyani Heryawan pada acara peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut.

      "Di ruangan ini kita juga kedatangan tamu istimewa, yakni Teh Netty Heryawan, beliau lebih cantik karena berkerudung merah, semoga ini awal dari segalanya," ujar Tb Hasanuddin saat acara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar PDIP di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari Kota Bandung, Sabtu (28/10/2017).

      Menyikapi pujian tersebut, Netty menjelaskan, pemilihan warna merah tersebut sebagai bentul apresiasi kepada PDIP yang memiliki warna kebesaran merah. Netty juga mengapresiasi PDIP yang mengundang dan membuka komunikasi kepada PKS serta mengundang dirinya pada acara tersebut.

      "Warna kerudung saya sebagai wujud apresiasi PDIP yang masih menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh," kata Netty seusai acara.

      Netty sendiri mengakui bisa saja PKS dan PDIP berkoalisi pada Pilgub nanti. Bila koalisi tersebut terrealisasi, menurut Netty, bisa diberi nama Koalisi Nasionalis-Religius. Netty menegaskan, koalisi PDIP-PKS pada sangat mungkin terjadi seperti halnya yang terjadi di Pilgub Sulawesi Selatan.

      "Saya kira kalau PKS dan PDI Perjuangan berkoalisi, saya akan ada di dalamnya, meskipun bukan saya kader yang diusung, namun saya terus membantu," kata Netty.

      Peta politik jelang Pilgub sendiri semakin jelas. Saat ini, setidaknya sudah ada 2 kubu yang sudah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon. Yakni koalisi Partai Nasdem, PKB, dan PPP, serta kemungkinan besar bergabungnya Partai Golkar yang akan mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Gabungan 5 partai ini, total mengoleksi 38 kursi DPRD Jabar.

      Lalu cagub Deddy Mizwar yang mendapat dukungan Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan PAN yang tergabung dalam koalisi Poros Baru Jabar. Namun ketiga partai ini masih terbuka jika PKS kembali bergabung dengan Poros Baru. Jika PKS kembali bergabung, koalisi ini total akan memiliki 39 kursi DPRD.
      Dengan demikian, kini tinggal PDIP serta Partai Hanura belum menentukan pasangan calon yang akan diusungnya. PDIP sendiri sebenarnya tidak harus berkoalisi untuk mengusung pasangan calon, karena telah memenuhi syarat minimal 20 kursi DPRD. Sementara Hanura yang memiliki 3 kursi, hingga saat ini masih belum menentukan sikap.

      Namun konstelasi politik jelang Pilgub ini masih begitu cair. Selain berkomunikasi dengan PKS, PDIP pun tetap menjaga komunikasi dengan partai-partai di koalisi Poros Baru, khususnya Gerindra, terkait pengusungan Demiz. Kabarnya PDIP tertarik memasangkan Demiz dengan Dedi Mulyadi yang juga ketua DPD I Partai Golkar Jabar yang gagal mendapat dukungan pihak DPP-nya untuk maju pada Pilgub nanti.

      "Ya, saya dengan siapa saja, dengan Gerindra pun juga komunikasi, dengan Demokrat karena ketua DPD-nya Pak Iwan (Sulanjana) sahabat saya termasuk dengan PAN," tandas Tb Hasanuddin. (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      PPP Siap Ikuti Konvensi Cawagub Pendamping Emil
      Dedi Mulyadi Calon Gubernur Favorit Mahasiswa
      Emil: Kalau tidak Cocok, Jangan Paksakan
      Emil Ingin Tentukan Sendiri Cawagub Pendampingnya
      Pendukung Emil Deklarasikan Relawan Jabar Juara
      Berita Terdahulu

      Editorial

      • Teladani Semangat Pahlawan
        Teladani Semangat Pahlawan

        HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018